Setelah Aksi Pedagang, Pemko Segera Resmikan Pasar Induk Laucih

1
157

elisabeth barus 3laucih 10ELISABETH BARUS. MEDAN. Tuntutan pedagang Pasar Induk Laucih (Medan Tuntungan) ke Pemko Medan ternyata dipenuhi. Dua ribuan pedagang Pasar Induk Laucih (Medan Tntungan) mengadakan hunjuk rasa kemarin [Jumat 12/6] ke Kantor Pemko Medan. Mereka menuntut agar Pemko Medan segera meresmikan Pasar Induk Laucih dan memindahkan semua pedagang yang masih berjualan di Jl. Sutomo (Medan) ke Pasar Induk Laucih.

“Kita menuntut agar Pemko Medan memaksimalkan relokasi pedagang dari tempat lama ke tempat baru, yaitu di Laucih,” kata seorang beru Tarigan kepada Sora Sirulo di sela-sela aksi hunjuk rasa yang mereka lakukan di depan Kantor Pemko Medan.

Hunjuk rasa ini diawali dengan keberangkatan para penghunjuk rasa dari Pasar Induk Laucih [Rabu 12/6: Pkl. 08.00 Wib]. Mereka berkonvoi dengan mengendarai mobil pick up 1300, colt diesel, dan berbagai kenderaan lainnya.

Ada sekitar 500 armada dengan jumlah pedagang lebih 2.000 orang menuju Kantor Walikota Medan. Sepanjang Jl. Jamin Ginting (Padangbulan) mulai dari Laucih hingga pusat kota jalanan dibuat macet total oleh iring-iringin para pedagang sayur mayur yang sebagian besar (90%) adalah warga Suku Karo ini.

Para pedagang terus berorasi hingga Pkl. 16.00 sore, tapi Pemko Medan tetap plin plan alias tidak berani mengeluarkan keputusan yang jelas dan tegas. Akibatnya, para pedagang hampir saja bertindak anarkis karena kehabisan rasa sabar.

Namun, berkat kerjasama yang baik antara pengurus pedagang dan para pedagang, aksi anarkis dapat dibendung. Setelah suasana antara pedagang dan aparat memanas, pihak Pemko Medan akhirnya setuju dengan tuntutan para pedagang.

Audensi pedagang ke Kantor Pemko Medan berlangsung sangat alot.

“Pemerintah tidak tegas. Setelah ada aksi yang tidak menyenangkan terjadi, baru mereka mau merespon kami pedagang,” kata seorang ibu beru Sembiring kepada Sora Sirulo menggambarkan mangkelnya perasaannya atas bertahannya pihak Pemko untuk belum memenuhi tuntutan mereka.

Namun begitu, para pedagang penghunjuk rasa termasuk ibu beru Sembiring itu merasa puas ketika akhirnya Pemko Medan memenuhi tuntutan mereka, yaitu: 1. Meresmikan Pasar Induk Laucih dalam waktu dekat, 2. Memidahkan semua pedagang yang maish berjualan di lokasi lama ke lokasi baru Pasar Induk Laucih.

Pemko Medan berjanji akan meresmikan Pasar Induk Laucih 17 Juni 2015 mendatang.


1 COMMENT

  1. Iyalah…pedagang lau cih kan tokeh besar semua…
    Mana msalah ama mreka brapapun biaya kios…
    Lain ama yg masih bertahan di pajak sentral lama…pengecer yg jualan hnya untuk isi perut sejengkal dan biaya keluarga…
    Yg demon kmarin juga bkn 100% pedagang…tapi gabung dgn preman suruhan mafia yg pnya kpentingan di lahan pasar induk…hmmh

Leave a Reply