3 Pasangan Balon Bupati Karo dari Jalur Independen

1
233

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST. KABANJAHE. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karo telah menetapkan jadwal peneyerahan dokumen dukungan bagi calon perseorangan (independen) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karo, yakni mulai tanggal 11 hingga 15 Juni 2015. Dari jadwal yang ditentukan, setidaknya terdapat 4 pasang bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Karo yang telah menyerahkan dokumen, diantaranya pasangan Bangkit Sitepu dan Simon Sembiring, Cuaca Bangun dan David Ginting Manik, Heben Heser Ginting dan Ngadap Tarigan, serta Hanna Br Bangun dan Inganta Tarigan.

Dari masing-masing Balon yang telah menyerakan Dokumen Syarat Dukungan, Bangkit Sitepu dan Simon Sembiring menyerahkan sebanyak 34.883 jumlah dukungan (8,86 persen) dan tersebar di 17 Kecamatan, pasangan Cuaca Bangun dan David Ginting Manik menyerahkan sebanyak 36.164 jumlah dukungan (9,18 persen) tersebar di 17 Kecamatan, pasangan Heben Heser Ginting dan Ngadap Tarigan menyerahkan 33.577 jumlah dukungan (8,53 persen) tersebar di 17 kecamatan.

Sementara pasangan Hanna Br Bangun dan Inganta Tarigan hanya menyerahkan sebanyak 16.941 dukungan (4,30 persen) yang tersebar di 15 dari 17 kecamatan di Kabupaten Karo, sehingga ditetapkan tidak mencapai syarat dukungan minimal oleh KPU Kabupaten Karo.

Berdasarkan rilis KPU Karo, dari hasil penyerahan dokumen dukungan bagi calon independen, maka pasangan calon yang akan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu verifikasi faktual secara menyeluruh adalah untuk 3 pasangan calon, masing-masing pasangan Bangkit Sitepu dan Simon Sembiring, pasangan Cuaca Bangun dan David Ginting Manik, serta pasangan Heben Heser Ginting dan Ngadap Tarigan.

Mengingat jumlah dokumen dukungan bagi pasangan Hanna br Bangun dan Inganta Tarigan tidak mencapai syarat dukukungan minimal, maka selanjutnya dokumen dari pasangan ini akan dikembalikan oleh pihak KPU dan tidak diikutkan dalam tahap verifikasi faktual secara menyeluruh.


1 COMMENT

  1. Bupati Karo yad harus berpendidikan dan punya intelektual (bukan preman yg punya banyak uang), sehingga kejadian memalukan dimasa lalu tidak terjadi lagi.

Leave a Reply