Bupati Karo Tinjau Desa di Zona Merah

0
195

foto nggunturbupati 1NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Hingga saat berita ini dikirim ke redaksi [Rabu 17/ 6: Pkl. 23.00 Wib], Dansatgas Tanggap Bencana dan jajarannya telah berhasil mengevakuasi para pengungsi sebanyak 10714 jiwa (2.882 KK). Jumlah pengungsi ini adalah akumulasi total warga dari 11 desa dan 1 dusun yang dibagi ke 10 titik lokasi pengungsian.

Evakuasi ini berawal dari laporan Badan Geologi tentang peningkatan status Awas untuk Gunung Sinabung [Selasa 2/6: 23.00 WIB]. Mereka merekomendasikan agar warga yang bermukim di dalam radius 7 kilometer dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Namun, karena peningkatan aktivitas Gunung Sinabung dan perubahan jalur guguran dari Selatan ke Tenggara, warga dari 6 desa (Sukanalu, Jeraya, Kuta Tengah, Mardingding, Sigarang-garang, Kuta Gugung) dan Dusun Lau Kawar harus kembali dievakuasi ke posko-posko pengungsian berdasarkan rekomendasi dari vulkanologi.

Terkait hal tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Danrem 023/KS melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengungsian yakni Jambur Sada Arih dan Jambur Desa Lau Gumba (Berastagi) [Selasa 16/6] guna meninjau kelengkapan sarana dan prasarana posko, sekaligus menghimbau Kordinator Lapangan Posko untuk terus berkordinasi dengan Dansatgas Tanggap Darurat dalam segala kendala yang dihadapi.

Terkelin juga mengingatkan Korlap Posko untuk menerapkan Kearifan Lokal Budaya Karo yakni Runggu (musyawarah) dalam segala hal yang dihadapi serta membentuk tim-tim mandiri dalam penanganannya, seperti Tim Logistik agar dapat bekerjasama dengan TNI, dan Tim kebersihan untuk menjaga kebersihan Posko demi kenyamanan.

Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan desa-desa yang telah dievakuasi yakni Jeraya, Pintumbesi dan Sigarang-garang serta Dusun Lau Kawar. Menurut Terkelin, ini dimaksudkan untuk memeriksa kondisi dan situasi terkini serta melakukan langkah-langkah persuasif mengajak warga menjauhi Kawasan Zona Merah.

Lanjut dikatakan oleh Terkelin, pemerintah berupaya maksimal agar pengungsi tetap sehat dan terlayani. Karena itu, pemerintah mengharapkan kerjasama yang baik dengan Muspida maupun pengungsi. Pemkab Karo juga menyadari perlunya dibuat kajian dan parameter dalam penanganan Sinabung untuk ke depannya dengan mengedepankan Kerarifan Lokal Budaya Karo.

bupati 3“Kami mengupayakan dan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait agar desa-desa tetangga yang tidak terkena dampak erupsi Sinabung dapat menampung desa-desa terdampak, sehingga desa tersebut bisa tumbuh dan berkembang,”ujar Terkelin.

Usai melakukan peninjauan, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Danrem 023/KS Letkol Inf. Fachri SE MM bergerak cepat memberikan masker bagi warga Kota Berastagi. Ini dilakukan karena Gunung Sinabung kembali erupsi dan Kota Berastagi telah memutih dihujani material debu vulkanik yang mengarah ke arah Tenggara Gunung Sinabung.

Selain itu Bupati Karo juga langsung memerintahkan Pemadam Kebakaran agar segera membersihkan abu vulkanik di Kota Berastagi dengan melakukan penyiraman ke rumah-rumah penduduk terutama yang berada di jalan-jalan protokol.


Leave a Reply