Sekdaprovsu: Catur Karo adalah Kearifan Lokal dan Perlu Dibina oleh KONI

1
257

percakasu 1BRANDY KAROSEKALI. MEDAN. Sekdaprovsu Hasban Ritonga mendukung upaya Pengurus Besar Persatuan Catur Karo Provinsi Sumatera Utara PB PERCAKA-SU dalam mengembangkan dan menggalakkan kembali catur Karo di tengah masyarakat.

Ini dikatakan oleh Hasban Ritonga saat menerima audiensi pengurus PB PERCAKA SU di ruang kerjanya Kantor Gubsu di Medan [Rabu 17/6].

Hasban mengatakan, permainan lokal asli Sumatera Utara seperti catur Karo saat ini mulai tergerus dengan permainan yang bersifat modern dan internasional. Padahal, dalam permainan ataupun  olahraga tradisional tersimpan  kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan di kembangkan.

Menurut Hasban Ritonga, catur Karo adalah aset Sumatera Utara yang perlu dikembangkan. Sebagai sebuah permainan yang tumbuh dari Suku Karo, catur Karo menyimpan banyak kearifan lokal serta perlu dilestarikan dan dikembangkankan; baik di Sumatera Utara maupun di tingkat Nasional.

Bahkan Hasban Ritonga mengatakan, catur Karo sebagai salah satu olahraga lokal berpotensi menjadi salah satu cabang olahraga untuk dibina oleh Koni. Sekda menambahkan, pengurus Percaka diharapkan dapat memperbanyak sosialisasi maupun  perlombaan di tingkat desa maupun kecamatan dan di komunitas-komunitas masyarakat agar catur Karo kembali digemari oleh masyarakat khususnya bagi generasi muda.

Dalam mengapresiasi catur Karo di hadapan paa pengurus Percakasu, Hasban Ritonga didampingi oleh Asisten Administrasi Umum  HM Fitriyus, Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sumut Muchlis dan Kabag Agama Biro Sosial Sumut Sudarto Purba.

Dalam kesempatan itu, Ketua Percaka Sumut Andarias Barus bersama Sekretarisnya drs. Halomoan dan wasit catur nasional Rahman Ginting mengatakan audiensi ini sebagai upaya memperkenalkan berdirinya organisasi catur Karo yaitu  Persatuan Catur Karo Provinsi Sumatera Utara (Percaka SU) Periode 2015-2019.

percakasu 5“Pengurus ini berkomitmen untuk melestarikan catur Karo sebagai asset nilai budaya Karo pada khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya,” papar anak Barus mergana ini.

Andarias memaparkan leih lanjut, catur Karo adalah permainan seni budaya yang diturunkan oleh leluhur Karo sejak sebelum masa penjajahan. Memang, keberadaannya saat ini mulai memudar di masyarakat Karo, tapi permainan ini diketahui juga dibawa ke Belanda dan menjadi salah satu permainan di sana.

“Jika catur Karo tidak dikembangkan, kita khawatir permainan Catur Karo akan musnah dan diklaim sebagai permainan dari luar nyaris bernasib sama seperti sejumlah kebudayaan lokal Indonesia lainnya yang diklaim oleh negara tetangga,” kata Barus.

Selain memperkenalkan catur karo, para pengurus Percaka SU juga sempat mengatraksikan cara bermain catur Karo langsung kepada Hasban Ritonga sekaligus menyerahkan satu set alat permainan catur Karo  yang dibuat langsung oleh pengurus PERCAKA SU sebagai cinderamata.


1 COMMENT

  1. Bagus sekali ini sekda provsu Hasban Ritonga ikut aktif mendukung dan menganjurkan pelestarian catur Karo sebagai aset berharga budaya Sumut dan Karo khusunya. Sangat terpuji daerah ini kalau semakin banyak pejabat dan pemimpinnya menumpahkan pikiran dan perhatiannya ke pelestarian kultur/budaya lokal sebagai dasar pembangunan dan kemajuan negeri ini dan Sumut khususnya.

    MUG

Leave a Reply