Pasar Induk di Laucih Telah Diresmikan

0
192
pasar induk 4
Wali Kota Medan saat menandatangani prasasti.

LASANA KUMENENG. MEDAN. Sesuai dengan janjinya beberapa hari lalu saat para pedagang Pasar Induk Laucih mengadakan aksi hunjuk rasa ke kantornya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meresmikan Pasar Induk Medan yang terletak di Jl. Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih (Medan Tuntungan) kemarin [Jumat 19/6: sekitar 09.00 Wib].

Dalam sambutannya, Dzulmi Eldin mengharapkan pasar seluas sekitar 12 hektar ini dapat menjadi model percontohan pasar induk tradisional modern terbaik di Kota Medan. Dia juga mengharapkan pasar ini mampu menampung semua kebutuhan masyarakat akan sayur dan buah.

Tentu saja peresmian Pasar Induk Laucih ini disambut gembira oleh para pedagang, khususnya yang tergabung di APPIM (Asosiasi Pedagang Pasar Induk Medan). Terlambatnya peresmian Pasar Induk Laucih menjadi masalah besar bagi para pedagang yang telah direlokasi dari Pasar Induk lama di Jl. Sutomo ke Laucih. Sebagian pedagang masih bertahan di pasar induk lama sehingga sebagian pembeli juga meneruskan berbelanja di tempat lama.

pasar induk 7
Para pedagang Pasar Induk Laucih menari diiringi kibot tanda gembira setelah peresmian Pasar Induk tempat mereka berjualan. Foto: Elisabeth Barus.

“Kami yang sudah bersedia direlokasi ke pasar induk baru malahan tidak beruntung. Kok yang justru menolak relokasi yang kebagian untung dari pembangunan pasar induk baru. Itulah sebabnya kami demo waktu itu. Untunglah pak walikota hari ini sudah meresmikan pasar induk baru di Laucih ini,” kata seorang ibu pedagang di Pasar Induk Laucih yang mengaku beru Karo.

Ikut dalam rombongan Wali Kota Medan adalah Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihanoto, Dandim 0201/BS Letkol Inf Maulana Ridwan, Danyon Marinir Mayor Mar Yustinus, Khairur Rahman mewakili Kajari Medan dan Kapten CR Tarigan mewakili Danlanud Soewondo.

Peresmian pasar induk ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota dan pengguntingan pita. Sebelumnya, Wali Kota beserta rombongan diberikan sehelai uis beka buluh sebagai kadang-kadangen mereka di pundak tandanya mereka ikut masuk ke dalam alam ritual Karo.


Leave a Reply