Sinabung Masih Berbahaya

0
147
Ledakan 1
Guguran awan panas Gunung Sinabung sebagaimana terpantau oleh kamera PVMBG malam ini [Minggu 21/6: Pkl. 22.30 Wib]

BRANDY KAROSEKALI. KABANJAHE. Warga Kabupaten Karo kembali diingatkan agar terus waspada terkait status Awas dari Gunung Sinabung yang akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan kegempaan yang cukup tajam.

Anjuran ini datangnya dari Kepala Badan Geologi, Surono, melalui siaran persnya [Minggu 21/6].

Menurut Surono, dari data pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gelogi (PVMBG) dari Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, selain peningkatan jumlah gempa yang cukup tajam pada Gunung Sinabung, juga terpantau bahwa keberadaan gunung tertinggi di Sumatera Utara tersebut dalam kondisi inflasi atau mengembung.

“Penggembungan telah terjadi sejak 20 Juni 2015. Kiranya semua pihak mengikuti rekomendasi PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM,” kata Surono.

Seperti diketahui, sesuai rekomendasi PVMBG, masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas di dalam wilayah radius 7 Km arah Selatan dari puncak Gunung Sinabung. Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 Km arah Tenggara hingga Timur dari puncak Gunung Sinabung.

Sementara itu, sejak Minggu malam Pukul 22.30 WIB hingga 23.48 WIB telah terjadi guguran awan panas Gunung Sinabung dengan jarak luncur sejauh 4 km ke arah sektor Tenggara-Timur dan 3 km ke arah sektor Selatan-Tenggara. Adapun tinggi kolom abu vulkanik, yakni 300-4.000 meter, sementara arah angin ke Timur-Tenggara.

Terkait guguran awan panas Gunung Sinabung yang terjadi pada malam ini, beberapa warga Kabanjahe dan Berastagi turut melaporkan keberadaan lava pijar yang tampak jelas dari kedua kota terbesar di Kabupaten Karo itu.

“Malam ini Sinabung berpijar terang, lava pijar kelihatan dari berastagi,” tulis Iskandar Perangin-angin melalui Grup Facebook Jamburta Merga Silima (JMS).


Leave a Reply