Kekerasan Pada Anak dan Dampaknya (2)

0
188

dr. Lahargo Kembaren SpKJ (psikiater)

Ketua SMF Psikiatri RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

 

 

Dampaknya

Lahargo KembarenKorban atau kasus anak yang mengalami kekerasan dapat berdampak jangka pendek ataupun jangka panjang.

kekerasan 2

 

1. Jangka pendek

Dampak jangka pendek terutama berhubungan dengan masalah fisik antara lain : lebam, lecet, luka bakar, patah tulang, kerusakan organ, robekan selaput dara, keracunan, gangguan susunan saraf pusat.

Di samping itu seringkali terjadi gangguan emosi atau perubahan perilaku seperti pendiam, menangis, dan menyendiri.

2. Jangka panjang

Dampak jangka panjang dapat terjadi pada kekerasan fisik, seksual, maupun emosional.

  1. Kekerasan fisik. Kecacatan yang dapat mengganggu fungsi tubuh anggota tubuh
  2. Kekerasan seksual. Kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, gangguan /kerusakan organ reproduksi.
  3. Kekerasan emosional. Tidak percaya diri, hiperaktif, sukar bergaul, rasa malu dan bersalah, cemas, depresi, psikosomatik, gangguan pengendalian diri, suka mengompol, kepribadian ganda, gangguan tidur, psikosis, dan penggunaan napza.

 

 

Penanganannya

Pertama :  Pencegahan

Aktivitas pencegahan ini dapat dilakukan secara bersama dalam bentuk sosialisasi hak-hak anak dan sejumlah peraturan ditengah-tengah kehidupan masyarakat dan keluarga.

Ke dua : Deteksi Dini

Bagi anak-anak yang rentan terhadap terjadinya kekerasan serta dalam lingkungan keluarga dan masyarakat perlu dilakukan langkah cepat (quick respons) untuk mengevakuasi sementara anak ke tempat yang aman, serta memberikan peringatan dini kepada lingkungan keluarga yang rentan melakukan kekerasan.

Artinya, bagi anak-anak yang rentan terhadap kekerasan sedini mungkin bisa dihindari.

Ke tiga :  Intervensi Krisis

Bagi anak-anak yang telah mengalami kekerasan, langkah yang perlu dilakukan melalui pendekatan Intervensi Krisis. Aktivitas ini dilakukan dengan metoda mendampingi korban dan keluarga korban untuk melakukan upaya hukum, dan melakukan terapi terhadap trauma yang diakibatkan oleh tindak kekerasan.

kekerasan 4

 

Menghindarinya

Ada beberapa upaya yang patut dilakukan agar kita dapat terhindar dari kekerasan terhadap anak, diantaranya adalah:  Hargai anak dan bersikap adil : Ciptakanlah suasana hangat dan penuh kasih sayang di lingkungan anak.

Berilah penghargaan bila anak melakukan perbuatan terpuji dan beritahu kesalahannya bila melakukan tindakan tidak baik. Dengan demikian anak belajar menghargai orang lain, terutama orangtuanya.

  • Dengarkan keluhan anak. Bila anak berperilaku buruk, seperti melawan, suka memukul atau berbohong, maka pahamilah lebih dahulu perasaaanya dan dengarkanlah penolakan dan keluhannya.
  • Ungkapkan dengan jelas ketidaksetujuan anda ketika anak berperilaku tidak baik.
  • Hindari ungkapan yang memojokan dan menyalahkan anak. Hindari kata-kata menghardik seperti“Ayo, cepat mandi, mama tidak suka punya anak bau dan pemalas!”
  • Gunakanlah kata-kata mengajak, “Yuk mandi sayang, supaya wangi dan bersih. Setelah itu, kita jalan-jalan”.
  • Peringatan lebih awal. Ketika anda ingin anak anda melakukan sesuatu, cobalah ingatkan lebih awal dan berikan pilihan serta penjelasan. Misalnya, “Nak, sepuluh menit lagi waktunya tidur ya, supaya besok pagi kamu tidak terlambat bangun  dan tidak mengantuk ketika sekolah” .
  • Menghindar ketika marah time out). Ketika anda marah karena perilaku anak, maka menghindarlah seketika dari anak-anak kemudian tenangkanlah diri anda, setelah itu dialogkan dengan anak, mengapa anda marah.
  • Berupaya lebih akrab. Binalah hubungan yang lebih hangat dan akrab dengan anak, sehingga anak menjadi lebih terbuka pada orang tua.
  • Jadilah contoh bagi anak dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial yang berlaku. Dunia anak adalah dunia yang penuh kegembiraan dan keceriaan, karena itu kekerasan bukanlah cara yang tepat untuk menghadapi  anak-anak.

SELESAI


Leave a Reply