Layari Sinukaban dengan Strategi Dasarnya

1
163
Layari 4
LAYARI SINUKABAN

Bernard Pangaribuan 3B. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Layari Sinukaban adalah tokoh masyarakat Karo yang sudah dikenal dengan berbagai pengalaman yang antara lain adalah: Pengurus PHRI Sumut, Calon Bupati Karo 2004, mantan anggota DPRD Sumut, dan Bendahara Golkar Provinsi Sumut.

Untuk Pilkada 2015 ini, menurutnya, dia telah mempersiapkan program kerja dan strategi brilian dengan meminta kajian dari pihak-pihak yang berkompeten dan punya legitimasi serta berpengalaman di tingkat nasional dalam mendukung proses birokrasi dan pelaksanaannya di lapangan. Ini khususnya dalam mengarahkan bidang perekonomian secara umum untuk kebutuhan dan peningkatan taraf hidup warga di tingkat keluarga, terutama terkait dengan upaya penanganan bencana erupsi Sinabung.

“Semisal dalam hal relokasi warga kaki Gunung Sinabung, dimaksimalkan dengan sarana dan prasarana yang lengkap berupa layanan kantor-kantor kepala desa, Polri dan TNI serta mengelola pasar yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga, tapi juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Demikian juga dengan penyediaan sarana angkutan umum yang wajar. Tidaklah sulit. Kalau kita ada hati pasti dapat dilakukan dengan sesingkat-singkatnya,” ujar Layari optimis.

Pihaknya serius mengikuti Pilkada Karo 2015 ini dengan mengajak kedua partai, Demokrat dan Golkar, untuk memilih pasangan wakil bupati dalam mendukung program kerjanya. Caranya adalah dengan menggerakkan elemen yang ada di jajaran birokrasi untuk bekerja maksimal serta mengedepankan kordinasi menuju hasil yang optimal sesuai dengan harapan masyarakat Karo untuk tampil sebagai daerah maju sesuai dengan SDM dan SDA yang tersedia.

Menurut data, DPRD Karo Periode 2014-2019 mendapat jatah 35 kursi yang diraih 8 Parpol. Demokrat, Gerindra dan PDIP masing-masing memperoleh 6 kursi. Golkar meraih 5 kursi, Hanura dan PKPI masing-masing 4 kursi serta PAN 3 kursi dan Nasdem 1 kursi.

Foto Berbincang-bincang ringan bersama Pengurus Partai Golkar Karo di Sekretariat DPD Partai Golkar Karo Jl. Perwira 39 (Kabanjahe).


1 COMMENT

  1. Partai-partai di Karo harus bisa menjelaskan dirinya soal kearifan lokal karo. Disini saya ikutkan Cuplikan dari tulisan RGM, Oct 27, 2013, milis karo
    MUG.

    INTEGRITAS JATIDIRI DAN KEBANGSAAN

    KBB memang bukan sekedar istilah. KBB menyangkut soal yang sangat penting yaitu soal integritas identitas, integritas jatidiri Karo. Karo yang memiliki integritas jatidiri yang utuh, tidak terpecah dan terbelah, kuat dan terpadu. Jika di dalam Karo ada kata “Batak”, jelaslah identitas Karo masih berada dalam keadaan tidak utuh terpadu. Tidak memiliki integritas yang kuat, berarti tidak memiliki karakter yang kuat pula. Kata kuncinya adalah integritas jatidiri. Jatidiri yang tidak membingungkan diri sendiri dan orang lain.

    Siapapun di dunia ini respek kepada seseorang yang memiliki integritas jatidiri, yang tidak ambigu. Orang Batak sendiri, terlepas dari perbedaan pandangan yang ada, respek terhadap orang Karo yang mengatakan dengan tegas siapa dirinya yang benar yaitu Karo yang bukan Batak. Sebagian orang Batak yang belum paham mungkin gagap, bingung dan skeptis pada awalnya. Namun lama-lama mereka akan terbiasa bahkan respek dengan ketegasan dan kegigihan orang Karo untuk mempertahankan jatidiri kekaroannya. Ditinjau dari segi apapun tidak ada yang salah pada orang Karo yang taat dan kuat memegang identitas kesukuannya yang benar. Lagipula hal itu tidak menghambat kemajuan Karo ke depan. Lihatlah bangsa Jepang yang di tengah kemajuan teknologinya memegang dengan kuat tradisi kebudayaannya yang unik. Dan bangsa lain di dunia respek melihat integritas jatidiri dan kebudayaan Jepang.

    Lalu apakah dengan memegang teguh jatidirinya berarti orang Karo sukuisme dan memiliki ego yang kuat tentang sukunya? Kalaupun benar demikian di mana letak sisi negatifnya ? Tidak ada yang salah sejauh orang Karo terbuka dalam pergaulan kemasyarakatan, sejauh orang Karo menghormati kebhinekaan kebangsaan kita. Bukankah rumah besar yang bernama Indonesia raya ini menjadi lebih kuat karena ditopang oleh berbagai tiang kayu beraneka rupa jenis dan ukurannya? Akan menjadi rapuh bila hanya ditopang oleh beberapa tiang yang sejenis karena tidak menggambarkan keanekaragaman kayu hutan kita yang kaya.

    Adalah sikap dan perbuatan yang benar apabila orang Karo menaruh hormat pada identias diri dan kebudayaan yang telah diturunkan para leluhurnya, namun pada saat yang sama adalah keharusan bagi kita untuk juga respek pada identitas dan kebudayaan orang lain karena kita hidup dalam tamansarinya rumah besar yang bernama Indonesia. Apakah bisa seseorang yang memegang identitas kesukuannya dengan kuat sekaligus bisa menghargai identitas kebangsaannya dengan kuat pula ? Justru prasyarat identitas kebangsaan yang kuat adalah apabila tiap warga bangsa memiliki identitas diri dan kesukuan yang kuat, karena identitas diri dan kesukuan inilah yang berfungsi sebagai tiang-tiang penopang rumah besar Indonesia itu. Di situlah letak kekuatan dan keindahan keragaman. Di situlah letak integritas identitas kebangsaan. Kehidupan kebangsaan yang kuat bukan dijunjung tinggi dan diagungkan di atas kematiaan identitas kesukuan dan kebudayaan yang beraneka ragam itu. Keduanya saling menguatkan dan menghidupkan, bukan saling melemahkan dan membunuh.

Leave a Reply