Sinabung Erupsi Lintas Sumatera Ikut Sepi

0
110

bastantajalinsu 3BASTANTA P. SEMBIRING. JAMBI. Semenjak erupsi Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) 2010 lalu, gejala penurunan arus angkutan barang di lintas Sumatera sudah mulai terasa dan puncaknya terjadi pada 2013 lalu. Penurunan berarti terhadap arus pengangkutan barang ini terasa sekali. Jalanan dan tempat persinggahan pun menjadi sepi, tidak seperti sebelum erupsi terjadi.

Selama ini, angkutan barang yang melintas di Jalan Lintas Sumatera (baik di jalur Barat maupun Timur) didominasi oleh armada pengangkut sayur dan buah dari Dataran Tinggi Karo, yang sebagian besar menuju Pulau Jawa.

Sebelumnya saya meminta maaf jika menyebutkan nama-nama armada itu untuk menggambarkan kondisi di lapangan kepada para pembaca.

Makaro Group, Surbakti Group, Karona Group, Kuta Lepar Simalem, Lau Cimba Simalem, dll, adalah beberapa nama/merk armada yang mungkin tidak asing bagi kita yang sering melintas di Jalan Lintas Sumatera.

Sebelum 2013, armada-armada dari nama-nama di ataslah yang mendominasi jalanan. Bisa dalam konvoi mereka 5 sampai 8 truk muatan berat, sekali berjalan. Jika memasuki bulan Ramadhan, seperti saat sekarang ini dan hari-hari besar lainnya, bisa hingga 10 truk berat sekali jalan dalam satu payung armada.

Sebagian besar armada ini mengangkut buah dan sayur dari Dataran Tinggi Karo menuju daerah-daerah lain di Sumatera dan Jawa. Sekembalinya dari Pulau Jawa, armada-armada ini mengangkut beberapa barang seperti bawang (merah dan putih), garam, beras, dan hewan sapi atau kerbau untuk kemudian dipasok ke beberapa daerah di Sumatera Utara; khususnya untuk Medan, Deliserdang, Langkat, Binjai, Dairi, dan Dataran Tinggi Karo.

Namun, semenjak Sinabung tak henti-henti erupsi yang memporak-porandakan lahan-lahan pertanian yang menjadi sumber komuditi unggulan bagi Kabupaten Karo dan tentunya juga Sumatera Utara berkurang, armada yang berjalan pun tentunya berkurang. Ini bukan hanya mempengaruhi masyarakat di Dataran Tinggi Karo khususnya pengusaha angkutan, tetapi juga sektor-sektor usaha sepanjang lintas Sumatera yang selama ini dilalui dan terutama sekali tempat-tempat persinggahan bagi armada-armada ini.


Leave a Reply