Warga Naman Tolak Diungsikan dari Kaki Sinabung

0
129

foto nggunturNGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Meski terus menerus terkena semburan debu vulkanik Gunung Sinabung, warga Desa Naman (Kecamatan Naman Teran) tetap beraktifitas seperti biasa. Saat Sinabung mengalami erupsi sore tadi [Kamis 25/6], Satuan Tugas Darurat Bencana Sinabung terus membagikan masker kepada warga desa yang terkena dampak debu vulkanik ini.

naman
Sinabung saat erupsi sore tadi [Kamis 25/6]

Suasana panik di kalangan warga Desa Naman sempat terjadi saat Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Kamis sore tadi. Warga berhamburan keluar rumah dan berlari menuju sebuah ladang untuk melihat kondisi Gunung Sinabung yang kembali mengalami erupsi

Namun begitu, erupsi yang terjadi pada sore tadi tidak membuat warga Desa Naman merasa takut. Padahal, pemukiman warga berjarak hanya 5 km di sisi Timur Laut Sinabung. Mungkin mereka sudah terbiasa terbiasa melihat semburan debu serta luncuran awan panas yang terlihat jelas dari desa mereka. Sebagian warga bahkan tetap melakukan aktifitas di ladang saat Gunung Sinabung mengalami erupsi.

Safri Ginting warga Desa Naman mengatakan, mereka menolak diungsikan karena lahan pertanian tempat mereka mencari nafkah berada di sana. Menurut Safri, itulah alasan utama mengapa mereka tetap bertahan meskipun desa mereka terkena dampak langsung erupsi Sinabung. Debu vulkanik yang disemburkan oleh gunung ini saat mengalami erupsi terus menerus menyelimuti desa.

Sementara TNI dan Polri terus melakukan antisipasi dampak erupsi Gunung Sinabung.

“Pembagian masker di desa-desa yang terkena dampak debu terus dilakukan untuk menghindari ganguan kesehatan warga yang menghirup debu vulkanik Sinabung,” ujar Letkol Inf. Asep Sukarna dan Satgas Tanggap Darurat Sinabung

Selain membagikan masker, Satuan Tugas Tanggap Darurat Sinabung terus melakukan antisipasi akibat erupsi Sinabung dengan melakukan penyiraman di daerah yang terkena dampak debu vulkanik Sinabung.


Leave a Reply