Anak-anak Sinabung Dilatih oleh Pesepakbola Jerman (2)

0
127

rikwan sinulinggaanak sinabung 10RIKWAN SINULINGGA. BERASTAGI. Di hari pertama pelatihan anak-anak Sinabung [Kamis 25/6], diundang anak-anak Rumah Belajar dari wilayah Klasis Sinabun dan di hari ke dua [Jumat 26/6] diundang anak-anak Rumah Belajar dari wilayah Klasis Kabanjahe. Pantauan Sora Sirulo pada pada hari ke dua pelatihan sepak bola ini cukup sukses. Lebih kurang 70 anak-anak dari desa Bekerah-Simacem, Kuta Rayat, Ndokum Siroga dan Nang Belawan serta anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) Berastagi sangat antusias mengikuti pelatihan sepak bola ini.

Cameraman film dari Jakarta Hery Ketaren selaku pelaksana program cukup kewalahan mengatur anak-anak ini. Di bawah panasnya terik mentari, tak mengurangi semangat dan perhatian yang tulus untuk memberikan pelatihan dan perhatian bagi anak-anak Sinabung.

Bukan sekedar ilmu sepak bolanya yang dilihat tetapi kegiatan ini sekaligus merupakan therapy bagi anak-anak yang trauma dengan situasi dan kondisi Gunung Sinabung akhir-akhir ini. Ini terlihat pada semangat mereka yang tinggi mengikuti petunjuk-petunjuk dari pelatih “Joel” asal Jerman ini. Keprihatinannya terhadap anak-anak Sinabung dia realisasikan dalam bentuk memberikan pelatihan dan bermain sepak bola bersama anak-anak Sinabung.

“Senang sekali rasanya ada acara seperti ini, bisa belajar sepak bola bersama-sama, diajari oleh pelatih asal Jerman,” tutur Suhari Wanta Perangin-angin dari team Rumah Belajar Desa Nangbelawan.

anak sinabung 11“Terimakasih buat Komunitas Peduli Sinabung, bang Hery Ketaren beserta team, Mr. Joel dan siapapun orang-orang di belakang ini semua. Terimakasih telah memperhatikan kami anak-anak Sinabung. Jika boleh meminta, kegiatan seperti ini teruslah diadakan. Kami sangat termotivasi, apalagi setelah memakai costum team sepakbola yang diberikan gratis. Kami ingin terus berlatih sepakbola dan menjadi pesepakbola professional nantinya. Sayangnya, kendala di desa-desa kami, belum ada fasilitas lapangan sepakbola, dan bagi sahabat kami yang saat ini masih mengungsi tetap bersabar dan semangat, jadikan Rumah Belajar (RB) sebagai tempat kita mengejar mimpi-mimpi kita di masa depan,” kata Suhari lebih lanjut.

Adapun Pt. Simson P (Pendamping Team RB Nang Belawan) mengatakan, ini merupakan kegiatan yang positif dan layak dilanjutkan karena sangat bagus untuk perkembangan anak-anak ke depannya.

“Inilah salah satu cara agar anak-anak di Taneh Karo bisa terhindar dari jerat Narkoba yang sekarang ini merajalela di Taneh Karo. Selain itu, kurangnya kepedulian orangtua bisa tergantikan oleh kegiatan-kegiatan seperti ini, semoga orang-orang yang peduli terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sangat mulia ini,” kata Pt. Simson P.

SELESAI


Leave a Reply