Batu Katak, Destinasi Wisata Langkat Semakin Memukau

0
340

Salmen 12batu katak 2SALMEN SEMBIRING. BAHOROK. Pariwisata alam Langkat memang tidak henti-hentinya berkembang. Sudah tak asing lagi bagi wisatawan lokal maupun manca negara seperti halnya pusat pengamatan Orangutan Bukitlawang, Sungai Bahorok dan Tangkahen. Semuanya berada di pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser. Akhir-akhir ini, banyak pengembangan destinasi wisata baru seperti Air Terjun Pelaruga, Namu Belanga, Namu Sira-sira dan juga tidak kalah menariknya wisata alam Batu Katak di Kecamatan Bahorok (Langkat Hulu).

Batu Katak dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 2,5 sampai 3,5 jam dari Medan. Perjalanan ini melintasi Binjai, Kuala dan Bahorok. Jalan aspal dalam kondisi baik mulai dari Medan sampai Bahorok. Hanya beberapa titik di Kecamatan Kuala dan Tanjung Langkat ada beberapa jalanan berlobang.

Setelah sampai di Bahorok, jalanan semakin sempit. Bahkan, ketika 3 kilometer sebelum tiba di Batu Katak, jalan masih berbatu-batu atau belum diaspal.

Selama perjalanan mungkin mata akan sangat bosan dengan pemandangan yang monoton yakni kebun kelapa sawit dan sesekali diselingi desa-desa yang juga berlatar belakang tanaman sawit. Tapi, kebosanan di perjalanan terbayarkan dengan keindahan alam Desa Batu Katak.

Wisata andalan yang disajikan bagi wisatawan adalah terutama sungainya yang bersih dengan latar belakang hutan yang masih rimba raya. Sungainya mengalir deras. Namun, di beberapa titik, ada aliran tenang yang menjadi favorit wisatawan untuk mandi. Orang-orang yang suka tantangan aliran deras sering dimanfaatkannya untuk rafting.

Selain itu, juga ada air terjun yang juga dimanfaatkan untuk mandi dan hunting foto. Bagi yang suka caving terdapat beberapa gua yang masih jarang ditelusuri manusia.

batu katakBermalam di bawah tenda di tengah hutan atau pinggiran sungai memang sangat seru. Bagi yang ingin menyewa tenda juga telah ada. Namun, bagi yang tidak memiliki fasilitas camping, juga terdapat penginapan sekelas bungalow. Penginapan tersebut dikelola oleh warga setempat. Harganya dimulai dari Rp.100.000.

Semakin hari jumlah penginapan semakin bertambah sebagai wujud bertambahnya kunjungan ke Batu Katak. Di beberapa penginapan juga tersedia lahan parkir yang aman bagi kendaraan. Bahkan beberapa warga juga telah membuka warung kopi dan warung makan. Warung makan ini biasanya buka pada akhir pekan saja karena wisatawan memang paling ramai pada saat akhir pekan atau hari libur.


Leave a Reply