Polres Karo Gelar Ketupat Toba 2015

3
205
ketupat
Acara pemusnahan 65 mesin jackpot yang digunakan untuk perjudian.

Bernard Pangaribuan 3B. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Antisipasi permasalahan gangguan Kamtibmas dan ancaman yang mungkin terjadi pada masyarakat dalam merayakan Idhul Fitri 1436 Hijriyah, Polres Karo gelar Operasi Ketupat Toba 2015 dan bangun 4 titik pos pengamanan.

Operasi Ketupat Toba digelar selama 16 hari, mulai besok [Jumat 10/7] hingga 25 Juli sebagai  operasi kemanusiaan. Operasi ini didukung oleh kekuatan  382 personil; 325 anggota Polres Karo, 6 anggota Kodim 0205/TK, 6 anggota Yonif 125 Simbisa, 3 anggota Pom Raya Berastagi, 12 anggota Dishub, 6 anggota Dinkes, 24 anggota Satpol PP.

“Operasi ini bukan sekedar pengamanan Kamtibmas jelang lebaran umat muslim. Operasi ini adalah juga untuk mencegah aksi terorisme, sabotase, perkelahian, aksi kebut-kebutan, miras, penyalagunaan Narkoba dan kriminalitas lainnya yang memungkinkan mengganggu kelancaran perayaan Idhul Fitri,” terang Kapolres Karo AKBP Viktor Togi Tambunan Sik didampingi Wakapolres Kompol A. Sinurat kepada wartawan hari ini [Kamis 9/7].

ketupat 3Viktor Togi mengatakannya setelah usai menggelar apel Operasi Ketupat Toba di ruangan Pur-pur Sage Mapolres Jl. Veteran (Kabanjahe).

Ditambahkannya, pengamanan terfokus di tempat-tempat peribadatan umat muslim, lokasi shalat Ied, pemukiman warga, jalur kendaraan, terminal, objek wisata dan tempat kegiatan masyarakat lainnya.

“Intinya, Operasi Ketupat Toba sebagai bentuk terwujudnya rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan lebaran, keselamatan, kelancaran mudik lebaran,” kata Kapolres.

Kepada personil, Kapolres Karo mengingatkan agar menjaga kondisi fisik masing-masing, tulus dan ihklas dalam menjalankan tugas sebagai kita petugas pengayom dan pelindung masyarakat.

“Titik-titik pos pengamanan untuk Taneh Karo adalah Tugu Perjuangan Berastagi, Peceren Berastagi, Doulu, Tigapanah,” ujar Kapolres

Pantuan wartawan, selain gelar apel Operasi Ketupat Toba, Polres Karo melakukan pemusnahan 65 mesin jackpot yang digunakan untuk perjudian. Hadir dalam pemusnahan barang bukti tersebut Bupati Karo (Terkelin Brahmana), Dandim 0205/TK (Letkol Asef Sukarna SIP), Danyon 125 Simbisa (Letkol Tunjung Setyabudi), Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe (Saud Marulitua Pasaribu SH), Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe (I Gede Wirajana), perwakilan DPRD (Rafi Ginting), dan Komunitas Kompak Pers Karo.




3 COMMENTS

  1. “Nama operasinya kenapa ketupat toba? Padahal operasinya di TAKASIMA ” kata SP
    Ini namanya semakin jauh dari kearifan lokal Karo. TAKASIMA semakin jauh dari Karo. Atau ‘saling mengakui dan saling menghargai ala ‘ketupat toba’?

    MUG

  2. Kelihatannya peningkatan kewaspadaan berlomba dengan peningkatan kerusuhan. Kedua hal bertentangan ini tak sesuai dengan peningkatan KEARIFAN LOKAL KARO. Kalau yang ketiga ini ditingkatkan tentu yang pertama dan kedua otomatis juga turun atau tak perlu. Itulah fungsi dan hakekat kearifan lokal bagi semua daerah kultural negeri ini. Belakangan sudah semua daerah berusaha melestarikan kebijakan kearifan lokal ini. Pelestarian budaya dan kultur bukan lagi sebagai jargon politik, tetapi semua sudah betekad untuk melaksanakan dalam praktek.
    Disini tentu yang sesuai dengan cultural norms and values orang Karo. Dalam tiap kultur ada kekuatan yang bisa dimanfaatkan demi kemajuan bersama satu daerah kultur tertentu.

    MUG

Leave a Reply