Akankah Anak-anak Ini Menjadi Simbisa Karo?

1
278

astrea purbagolek harimau 3ASTREA PURBA. KABANJAHE. Taneh Karo sangat kaya dengan budaya dan tradisinya yang salah satunya adalah silat atau dalam bahasa Karo disebut ndikkar.

Ndikkar merupakan sebuah ketangkasan bela diri kebanggaan Suku Karo yang diwariskan oleh leluhurnya. Tapi, kini ndikkar sudah jarang didengar di masyarakat. Bahkan ada juga beberapa orang Karo yang tidak tahu kalau suku mereka mempunyai ketangkasan bela diri ini.

Tidaklah mengherankan bila sekarang ini tinggal beberapa orang saja yang menguasai ndikkar. Salah satu dari beberapa orang itu adalah pandikkar (sebutan untuk orang yang yang sudah menguasai ndikkar) adalah Firman Milala (37). Firman membuka perguruan ndikkar di desa budaya Lingga.

Menurut bapak 3 anak ini, ndikkar sudah mulai diambang kepunahan. Ini terlihat dari jumlah perguruan ndikkar yang sangat sedikit. Sekarang, perguruan silat bela diri Karo ini hanya tinggal dua yang salah satunya didirikan oleh Firman Milala ini pada tahun 2013, bernama Golek Harimau.

“Membuka perguruan ndikkar adalah niat pribadi sendiri tanpa disuruh oleh orang lain,” kata Firman.

Tujuannya adalah melestarikan dan mengembangkan bela diri Karo yang sudah terancam punah.

“Diawali dengan dengan memanggil anggota keluarga dekat ikut berlatih. Lama kelamaan, satu per satu anggota masyarakat lainnya ikut mendaftar ke perguruan ini. Pada tahun 2014, murid Golek Harimau sudah sampai 70 orang. Tapi, dengan berlalunya waktu, satu per satu murid mulai kelelahan dan mengundurkan diri dari perguruan dengan alasan tidak sanggup mengikuti jurus-jurust ndikkar,” tutur Firman.

Murid Golek Harimau yang tersisa sekarang adalah 30 orang. Sudah ada 10 orang lulusan perguruan ini dan siap melatih.

golek harimau 4Ketika ditanyakan apakah pernah mendapat bantuan dari pemerintah, Firman mengaku belum sekali pun menerima bantuan dari pemerintah padahal perguruan ini sangat membutuhkan biaya.

“Jangankan memberi bantuan. Sudah lama kami memohon ijin membuka perguruan ndikkar, tapi sampai sekarang belum ada respon dari pihak pemerinta,” kata Firman milala.

Di mengharapkan Pemkab Kab Karo ikut berpartisipasi untuk membantu mereka agar tradisi silat kebanggaan Suku Karo ini tetap dilestarikan. Firman juga berharap agar pemerintah segera mengeluarkan ijin perguruan yang sudah lama berdiri itu.




1 COMMENT

  1. “Jangankan memberi bantuan. Sudah lama kami memohon ijin membuka perguruan ndikkar, tapi sampai sekarang belum ada respon dari pihak pemerinta,” kata Firman milala.
    Di mengharapkan Pemkab Kab Karo ikut berpartisipasi untuk membantu mereka agar tradisi silat kebanggaan Suku Karo ini tetap dilestarikan. Firman juga berharap agar pemerintah segera mengeluarkan ijin perguruan yang sudah lama berdiri itu.

    Menjadi simbisa Karo dulu dan sekarang berbeda jugalah. Sekarang sangat penting bikin jutaan simbisa Karo. Usaha Firman Miliala ini adalah salah satu praktekkan tujuan mulia ini. Sejuta simbisa Karo harus termasuk juga Bupati Karo, jangan dikecualikan, karena bupati punya kemampuan dan kewenangan tersendiri yang tak mungkin dimiliki orang lain. Pengaruh mengembangkan dan menghambat dari seorang pejabat seperti bupati adalah sangat besar. Karena itu rakyat Karo sangat banyak mengharapkan kepada kebijaksanaan beliau. Dan beliau sudah menunjukkan kemampuannya seperti sudah kita lihat belakangan ini.

    MUG

Leave a Reply