Pospera Bangun Tenda Perkampungan Keluarga Pengungsi

1
177

Bernard Pangaribuan 3B. KURNIA PARGAULAN P. Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Kabupaten Karo adakan pendampingan terhadap pengelolaan Posko Penampungan Sementara korban erupsi Sinabung. Mereka memberikan advokasi terhadap hidup aman dan tenang dengan sarana dan prasarana pendukung kenyamanan yang utuh lahir bathin dalam keluarga selama berada dalam Posko Penampungan Sementara.

Pospera Karo hadir sejak Juni 2015. Mereka langsung memberikan fasilitas dan relawan sebagai dukungan mendesak yang dibutuhkan para saudara kita waga pengungsi selama berada di posko yakni 3 mobil ambulans, tenda terpal penampungan yang cukup kokoh untuk dipakai beberapa tahun, bantuan peningkatan gizi dan pemberdayaan warga selama di pengungsian dengan kegiatan yang bermanfaat.

Mereka juga memberikan perhatian terhadap terhadap kebutuhan fisik dan mental para anak-anak dengan mendirikan tempat bermain dan rumah belajar yang septi, aman dan nyaman. Ada juga bantuan kompor gas serta berbagai bantuan lainnya.

Hal ini disampaikan kepada wartawan oleh Ketua DPC POSPERA Karo fredy Rico Gurning melalui Ketua DPD Sumut Liston Hutajulu ST didampingi Ketua DPP Pusat Roy Simanjuntak, Ketua Pembinan Sumut, Nicodemus Sitanggang dan Andy Siahaan serta Sitta Pangihutan Gurning melaui sebuah konperensi pers di kantor utama, Jl. Mariam Ginting Gg. Aman 07 Kelurahan Gung Negeri (Kabanjahe) [Jumat 10/7].

Sebagaimana dijelaskan oleh Liston, Pospera adalan salah satu Ormas yang didirikan para relawan dan aktivis Pena’98 sebagai Relawan Pemenangan Jokowi dalam bidang kerja kemanusiaan yang telah berdiri di seluruh Indonesia.

“Kami dari Pospera hadir dengan tulus dan iklas dari kebersamaan para pengurus yang lahir dari latar belakang rasa kemanusiaan dengan hati nurani untuk membantu atau berguna bagi orang lain khususnya yang mengalami musibah dengan penganggaran dari internal para keluarga besar Pospera hadir untuk berdampak bagi yang lain,” ujar Roy Simanjuntak diamini para relawan.

Dalam aksi kemanusiaan di Tanah Karo, Pospera telah menyiapkan tenda hunian yang aman dengan ukuran 4 x 6 m atas dasar konsep satu tenda untuk satu keluarga secara merata. Pada tahap pertama Pospera Pusat telah mengirim 150 tenda ke Kabupaten Karo, dan telah dipasang di lokasi Posko Gudang Konco Desa Jandimeriah sesuai dengan arahan dan kerja sama pihak terkait Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo.

“Kegiatan ini telah dilaporkan kepada Pemkab Karo dan saat ini masih menunggu kiriman tenda berikutnya sesuai dengan kebutuhan para warga di setiap posko penampungan,” ujar Liston dan Sitta.

Dalam mendirikan penampungan tenda sementara, sangat dibutuhkan dukungan Pemkab Karo untuk menyediakan plahan penempatan tenda yang baik dan aman dengan dukungan fasilitas air minum dan arus listrik.

“Bagi warga yang membutuhkan angkutan mobil ambulans dan kebutuhan tenda dapat menghubungi langsung Kantor Pospera Kabupaten Karo di Kabanjahe atau kepada pihak posko penampungan untuk dapat diperhatikan sesuai kebutuhan dan peruntukkan dari pihak pemerintah,” ujar Andy Siahaan mengakhiri.




1 COMMENT

  1. Semua bantuan diterima dengan penghargaan.
    Karena disini khusus dari organisasi orang Batak maka harus juga dipahami sebagai bantuan antar suku, suku Karo dengan suku Batak. Jadi bukan harus dianggap bantuan kepada ”Batak Karo’, tetapi kepada suku Karo saja. Artinya masih dalam prinisip saling mengakui, saling menghargai dan saling menghormati. Ini prinsip kedamaian kita dalam hidup bersama.

    Proses dan politik ‘pembatakan’ masih terlihat belum hilang 100%. Politik ini tak nyaman bagi orang Karo, kalaiu dijadikan sub-etnis oleh orang Batak. Perlu memang pengakuan resmi dari orang Batak untuk membikin lebih nyaman suasana hidup bersama, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.

    Hilangkan politik ‘sub-etnis’ kolonial. Istilah ‘sub-etnis’ masih dipakai sampai sekarang oleh orang-orang kolonial yang rendah pengetahuannya atau tak berkembang pengetahuannya tentang budaya dan kultur negeri-negeri berkembang. Sekarang era The Clash of Civilization. Pelajarilah kultur yang berbeda-beda, Dari situ muncul PENGAKUAN, untuk selanjutnya bisa saling menghargai dan menghormati.

    Segi yang lain ialah bahwa sudah banyak pribadi atau organisasi orang Batak yang berikan bantuan kepada malapetaka Sinabung. Sikap ini patutlah dapat pujian dan penghargaan dari orang Karo.

    MUG

Leave a Reply