Karakter Suku

0
163

Oleh: Robinson Ginting Munthe (Jakarta)

 

robinson g. munthekarakterSecara umum, sifat dan karakter itu dibentuk (banyak dipengaruhi) oleh lingkungan, sementara kecerdasan itu bersifat genetik (faktor bawaan). Jadi, sifat orang Karo secara umum akan berbeda ditentukan oleh dengan siapa dan di mana dia tinggal, terutama pada masa-masa perkembangannya menuju ke kedewasaan.

Didikan lingkungan sekitar (termasuk orangtua) dan tantangan-tantangan yang dihadapi secara individu akan dominan membentuk sifat dan karakter seseorang. Saya yang dulu tinggal di kampung (dari lahir sampai remaja) berbeda dengan saya sekarang (yang sejak awal tahun 1980 malang melintang dan berinteraksi dengan berbagai kalangan).

Satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan, bahwa julukan atau stigma negatif yang disematkan kepada seseorang (termasuk kepada orang Karo) akan cenderung membuat seseorang itu (orang Karo) tidak peduli lagi pada reputasi sosialnya. Padahal, reputasi sosial itu sangat penting artinya.

Ada ungkapan, “sebutlah seseorang sebagai pencuri (padahal dia bukan pencuri) maka dia akan menjadi pencuri.”

Kalau kita sering membiarkan orang mengatakan bahwa kita ACC (Anceng, Cian, Cekurak), pemalu, dll. yang nadanya stigma negatif maka kita akan cenderung percaya bahwa kita memang demikian adanya. Lama-lama kita memandang diri kita buruk, tak pantas dan cenderung mencela diri (dan menganggap orang lainlah yang pantas dan baik). Itu berbahaya untuk kepercayaan dan kemandirian entitas Karo.

Mari kita lawan orang yang mengatangatai kita negatif (entitas Karo), sambil kita belajar dan memperbaiki diri. Jangan sampai kita percaya bahwa sitgma negatif itu memang pantas disematkan pada diri kita (bahkan kita sendiri mengata-ngatai diri kita seperti itu).

Dari mana kekuatan mendobrak stigma negatif itu berasal ? Dari pengalaman pribadi dan interaksi sosial kita dengan orang lain (baik sesama maupun di luar Karo).





Leave a Reply