Suara Anak Sinabung: Kita Jaga Semua Rumah Ibadah

1
275

Oleh: Rikwan Sinulingga (Kaki Sinabung)

 

anak negeri
Anak Sinabung melintasi sebuah Gereja yang berdekatan dengan sebuah Mesjid di Desa Nangbelawan (Kecamatan Simpangempat, Dataran Tinggi Karo). Model : Daniel, Clarissa dan Angel Sinulingga. Foto: RIKWAN SINULINGGA.

rikwan sinulinggaMelihat pemberitaan tentang peristiwa pelarangan Sholat Ied hingga pembakaran Musholah di Tolikora-Papua. Muncul lagi pemberitaan pembakaran pintu Gereja di Jatim. Ditambah lagi pendapat para pejabat, kaum intelektual bahkan ancaman-ancaman yang saling balas tanpa tahu duduk permasalahan yang sebenarnya.

Kami anak-anak negeri ini muak mendengarnya, kami tidak mengerti kepentingan apa di balik semua ini, terserah anda jika ada keuntungan yang gendak anda ambil dari kejadian ini, kepentingan politik, kedudukan atau hanya sekedar popularitas anda, yang jelas kami muak dengan kejadian ini.

Jangan racuni pikiran kami anak-anak negeri ini, jangan menumbuhkan rasa kebencian dan dendam diantara kami, kami ingin hidup damai, bersahabat, rukun dan saling menghormati satu sama lainnya dari saat usia dini hingga dewasa nanti.

Jangan hanya karena kepentingan dan popularitas anda para pejabat dan yang mengaku dirinya kaum intelektual tali persaudaraan kami terputus. Biarkan “gandeng tangan” kami ini semakin erat hingga dewasa bahkan kami wariskan sampai anak cucu kami kelak, tidak seperti anda yang kami hormati mewariskan dendam dan menanamkan genderang perang kepada kami!!

Ketika melihat bangunan mesjid kami hanya berpikir: “Ini adalah Mesjid tempat bersembahyangnya saudaraku yang muslim.”

Ketika kami melihat bangunan Gereja: “Ini adalah tempat beribadahnya saudaraku yang beragam Kristiani.”

Demikian juga tempat ibadah yang lainnya, yang kami tahu semua tempat ibadah ini adalah kudus dan orang-orang di dalamnya sangat menghargai tempat ini.

anak negeri 2
Tampak 3 anak Sinabung semakin mendekati Mesjid setelah melintasi gedung gereja GBKP di Desa Nangbelawan (Kecamatan Simpangempat, Dataran Tinggi Karo). Model : Daniel, Clarissa dan Angel Sinulingga. Fotografer. RIKWAN SINULINGGA.

Jadi, jangan dirusak, jangan dikotori… Kami anak-anak negeri Indonesia tercinta ini ingin hidup damai tidak ada permusuhan tidak ada konflik. Biarkan kami bersama mencapai cita-cita kami untuk membangun negeri ini. Anak Indonesia yang beragama Islam, beragama Kristen Protestan/ Katolik, Budha, Hindu dan Khonghucu adalah Saudara kami, kami akan hidup damai berdampingan, kami tidak bermusuhan dan kami akan saling membantu…

Betapa terharunya hati kami ketika mendengar ada Gereja yang dijaga oleh organisasi pemuda Islam di saat Natal. Betapa bahagianya hati kami ketika ada pemberitaan Sholat Ied dilaksanakan di sebuah gereja dan diawasi oleh Pemuda Gereja.

Sekali lagi, jangan usik kebersamaan dan persaudaraan kami anak-anak negeri ini. Jangan tanamkan benih kebencian dalam hati kami. Biarkan persaudaraan kami ini bertumbuh dan berkembang untuk bersama menggapai impian kami.

Inilah seruan perdamain dari Anak Sinabung Taneh Karo.




1 COMMENT

Leave a Reply