Kolom M.U. Ginting: Perubahan dari Dalam

0
167

M.U. Ginting 2berubah 2“Polri tak bisa berubah dari dalam, itu bohong,” kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, sebagaimana diberitakan oleh merdeka.com. Ini kesimpulan yang masuk akal. Orba tak akan berubah dan tak bisa runtuh kalau sejak semula hanya mengharapkan perubahan ‘dari dalam’.

Perubahan terjadi karena protes dan pemberontakan dibikin mahasiswa dan rakyat banyak. Rezim Orba coba pakai senjata, tetapi tak yakin kalau bisa menang dengan senjata. Dan betul memang era ‘kekuasaan lahir dari laras senapang’ sudah jauh berlalu.

Negara Komunis China dibangun dengan ‘laras senapang’. Ini mungkin pada jamannya. Sekarang China sendiri tak pakai itu lagi. Apa yang mereka sangat takuti sekarang ialah mobilisasi opini umum lewat internet. Dan ini tak bisa dibasmi dengan senjata (laras senapang). Oponi luas, inilah yang menjadi musuh utama rezim lama atau ideologi/politik rezim lama dunia.

China mencatat semua kritik tetapi untuk dipelajari sehingga lebih mampu melawannya. Penyebaran ide pembaruan di kalangan orang banyak (publik) tetap mereka usahakan menghambatnya, seperti mau menutup Google dan semua jaringan internet China.

berubah 3
Mendapatjantung baru

Dalam menjawab petisi pencopotan Kabareskrim Buwas, Kapolri bilang: “Tapi di Polri ada mekanismenya. Kita bukan LSM, kita lembaga negara yang sudah ada mekanisme diatur.”

Jelaskanlah ‘mekanisme’nya, Pak, semua di atas meja. Mekanisme apa yang dipakai ketika menangkap orang KPK dengan senjata ‘laras panjang’? Dibikin seperti bandit besar atau teroris besar, padahal mereka adalah pemberantas korupsi.

“Dalam institusi polisi macet. Mereka sudah terbiasa hidup mewah di era Reformasi ini. Selain itu tidak ada aktor intelektualnya,” ujar Ray.

Sungguh menyedihkanlah ini. Kasihan . . . institusinya atau rakyatnya?

Ray kemudian membandingkan Polri dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurutnya, internal TNI jauh lebih berkualitas ketimbang Kepolisian.

Ayo jutaan rakyat internet, tunjukkan kalau publik bisa mobilisasi kekuatan menuju perbaikan terutama dalam institusi penting bagi negeri ini seperti Polri. Jangan dibiarkan intelektualitasnya terus rendah sehingga tak memperbaiki nasib nation negeri Indonesia tercinta ini.


Leave a Reply