Kearifan Lokal Menjadi Dasar Pembentukan ´Forum Komunikasi Sinabung´

1
177

alexander firdaustkbk itb 10ALEXANDER FIRDAUST. KABANJAHE. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengasumsikan Gunung Sinabung masih terus beraktivitas hingga 5 tahun mendatang. Oleh karena itu, penanganan Sinabung hendaknya dilakukan secara berkesinambungan setidaknya untuk kurun waktu 5 tahun ke depan. Terkait pula dengan itu dan dalam rangka mempermudah penanganan Sinabung, Keluarga Besar Karo (KBK) Institut Teknologi Bandung (ITB), atau bisa disebut Kbk Itb, yang sebelumnya telah menjadi pemrakarsa gerakan #SaveTanahKaro kembali memprakarsai membentuk lembaga penanganan bencana Sinabung ini.

Diskusi dan pembentukannya telah berlangsung kemarin [Sabtu 25/7: Sore] di Aula Kantor Bupati Karo, Kabanjahe.

Lembaga penanganan bencana Sinabung yang terbentuk melalui diskusi itu dinamai Forum Komunikasi Sinabung. Keanggotaanya terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari para pengungsi korban erupsi Sinabung, serta seluruh komunitas yang selama ini turut berperan dalam penanganan Sinabung.

Pertemuan pertama pembentukan Forum Komunikasi Sinabung yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Karo ini dihadiri oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Victor Togi Tambunan, mewakili DPRD Karo Rafi Ginting, beberapa pemimpin SKPD di lingkungan Pemkab Karo, masyarakat pengungsi dan beberapa komunitas yang selama ini berperan dalam penanganan Sinabung.

Dalam diskusi tersebut, Arya Sinulingga selaku Ketua KBK ITB mengatakan, Forum Komunikasi Sinabung ini dibentuk agar ke depannya dapat menjadi wadah yang menerima semua informasi terkait Sinabung. Melalui informasi yang disampaikan tersebut nantinya, tentu akan diketahui apa saja yang menjadi kebutuhan para korban erupsi Sinabungs saat ini.

“Informasi yang dikumpulkan ini akan kita sampaikan kepada Pemerintah Pusat atau instansi terkait agar ditindaklanjuti. Selebihnya, informasi soal apa saja yang menjadi kebutuhan pengungsi, apa yang diperlukan dalam penanganan, dan pembuatan masterplan penanganan bencana Sinabung. Seluruh sektor akan kita libatkan guna terciptanya penanganan yang tepat sasaran,” ujar Arya.

Menurut Arya lagi, semua harus dikerjakan secara cepat karena dalam hal ini Forum Komunikasi Sinabung harus memanfaatkan momentum yang ada dalam percepatan penanganan Sinabung, sehingga Karo akan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat untuk menjadi proritas utama.

“Hal ini penting secepatnya dikerjakan mengingat bukan hanya Sinabung yang harus ditanggani oleh Pemerintah Pusat, sebab banyak hal lain juga di Indonesia yang harus ditangani. Kita harapkan semua perwakilan desa yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung ikut bersinergi dalam forum ini,” tutur Arya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Karo Terkelin Brahmana juga turut mengapresiasi pembentukan Forum Komunikasi Sinabung. Katanya, KBK ITB sebagai pemrakarsa merupakan orang Karo dari Jakarta yang bekerja di media sekaligus memiliki akses luas, sehingga dapat membantu Pemerintah Daerah dalam berhubungan dengan Pemerintah Pusat.

Tidak lupa dalam kesempatan itu, Terkelin turut menekankan agar seluruh masyarakat Karo senantiasa dapat menjaga kearifan lokal terutama saat ini di Karo sedang terjadi bencana.

“Kearifan lokal dalam masyarakat Karo dikenal dengan tradisi musyawarahnya, dengan demikian dalam rangka menjaga kearifan lokal tersebut, semua pihak hendaknya bermusyawarah untuk menemukan solusi tepat dalam penanganan bencana Sinabung sehingga semua masalah dapat cepat diatasi,” terangnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, yakni Aula Kantor Bupati Karo (Kabanjahe) diselenggarakan kegiatan pelepasan siswa/i bimbingan belajar Jambur Erlajar yang juga merupakan siswa/i binaan KBK ITB.




1 COMMENT

  1. Inisiatif KBK ITB ini sangat tepat sekali, juga bupati Karo ikut aktif mendukung sangat memuaskan dalam membuka trobosan mengatasi malapetaka Sinabung ini. Sebanyak mungkin terlibat dan KBK didepan, dengan kegigihan luar biasa tenaga-tenaga muda ini pasti akan jalan.

    Kalau Sinabung masih akan berlanjut 5 th lagi kedepan bisa juga mempermudah atau mempercepat penanganan, Seperti halnya lumpur Lapindo yang diduga masih terus selama 30 tahun lagi, jadinya tak perlu ada yang mau ditunggu atau tak ada keraguan bikin rencana jangka panjang atau pendek.

    Bagi pengungsi Sinabung tentu tak perlu pertanyaan apakah mereka mau atau tidak disediakan tempat pindah permanen dengan lahan pertanian yang bisa membiayai hidup mereka. Tak begitu banyak yang perlu dimusyawarahkan sebenarnya, kalau sudah ada tempat dan lahannya, tinggal serahkan saja. Kalau tak ada dan tak mungkin diberikan, jelas untuk dimusyawarahkanpun tak akan selesai-selesai juga.

    Penduduk Indonesia yang tertimpa malapetaka seperti ini harus jadi tanggung jawab pemerintahnya, bukan dibiarkan saja tak bisa hidup dan tak bisa membiayai anak-anak bersekolah. Alasan pemerintah tak punya uang . . . keterlaluan dan tak masuk akal. Apalagi menunda-nunda biaya tak perlulah, karena 5 th tak akan kembali ke kampung.

    Daerah Sinabung merupakan lahan pertanian yang sangat penting bagi produksi pertanian bukan hanya bagi Sumut tetapi juga sampai ke Jawa dan LN. Karena itu sangat vital dalam mendukung ekonomi pertanian negeri ini,

    MUG

Leave a Reply