Dikusuk di Angkot, Boru Silitonga Kehilangan Rp. 4 Juta

0
225
dikusuk
Korban boru Silitonga (membelakangi lensa mengenakan baju merah)

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Memang satu pelaku copet di angkot dengan modus tukang kusuk telah tewas ditembak Polisi, tapi ini bukan berarti pencopet-pencopet lainnya jadi ciut. Kali ini, yang menjadi korban adalah R. Silitonga (42) warga Simpang Kwala, Kelurahan Kwala Bekala (Medan Johor).

Uang kontan sebesar Rp 4 juta yang disimpan dalam saku celananya, rahib dibawa pelaku copet saat melintas di Jl. Jamin Ginting, Padangbulan (Medan) [Jumat 31/7: sekira 10.00 wib].

Kisah Silitonga didampingi suaminya Pak Aritonang saat membuat laporan ke Polsek Delitua [16.00 wib] menuturkan, pagi itu, korban berangkat dari rumahnya di kawasan Simpang Kwala. Dia berniat mengantarkan uang ke tempat saudaranya di kawasan Simpang Melati dengan menumpangi sebuah angkot.

Lantas, kata ibu bertubuh agak tambun ini, tidak jauh dari stasiun bus Sinabung Jaya, tiba-tiba seorang pria dengan membawa tas juga naik ke atas angkot yang ditumpangi korban, dan mengambil tempat duduk persis di hadapannya. Selanjutnya, pria tersebut memberikan brosur dan menawarkan pengobatan alternatif kusuk terapi kepada Silitonga.

Tak lama kemudian, 2 pelaku kembali naik ke atas angkot dan mengambil tempat duduk persis di kanan dan kiri korban. Begitu bSilitonga telah diapit rekannya, seorang pelaku yang semula duduk berada di depan korban lalu mengusuk kakinya. Ternyata, pada saat salah satu pelaku pengusuk kaki korban, pelaku lainya merogoh kantong korban yang berisi uang Rp 4 juta.

Sukses mengambil uang milik ibu berambut sebahu ini, pelaku kemudian turun bersamaan di kawasan Simpang Simalingkar. Boru Silitonga menjadi tersadar menjadi korban copet setelah ia tiba di tempat keluarganya di kawasan Simpang Melati. Ketika ia ingin menyerahkan uang tersebut, ternyata isi kantongnya telah kosong. Yakin kalau uangnya telah dicopet ketiga pelaku, Silitonga bersama suaminya langsung mencari keberadaan pelaku di kawasan Simpang Simalingkar.

Upaya boru Silitonga untuk mencari keberadaan pelaku hampir membuahkan hasil. Ia mengenali salah satu pelaku yang kebetulan sedang berada di salah satu kios penjualan pulsa. Kontan saja boru Silitonga langsung berteriak rampok. Tak mau tertangkap pelaku tersebut langsung melarikan diri. Meski beberapa warga telah berupaya melakukan pengejaran, pria berperawakan sedang yang diperkirakan berusia 40 tahun tersebut berhasil akhirnya meloloskan diri.

“Aku tadi naik angkot mau ke Simpang Melati. Tapi aku kecopetan di atas angkot. Pelakunya lalu turun di Simpang Simalingkar. Saya sempat menangkap salah satu pelaku saat hendak membeli pulsa. Sayangnya pelaku berhasil lari,” kata boru Silitonga.

Kapolsek Delitua, melalui Kanit reskrim AKP Martualesi Sitepu SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan korban dan kasusnya masih dalam penyelidikan.

Leave a Reply