KTN dan Antusiasme Karo Merayakan Kemerdekaan RI

1
218

Oleh: Herlina Surbakti (Medan)

 

herlina
Monumen Komisi Tiga Negara (KTN) di Dataran Rendah Karo, tidak jauh dari Bandara Baru ke arah Berastagi. Foto: Edi Sembiring.

herlina 3Mengapa masyarakat Karo yang paling anthusias dalam Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia? Fenomena ini tidak terlepas dari bagaimana orang Karo berjuang memperoleh Kemerdekaan Indonesia.

Memang, pada tahun 1945, kita sudah memproklamirkan Kemerdekaan. Apakah kemerdekaan kita itu langsung diakui oleh Belanda dan dunia internasional? Tentu tidak.

Kita semua tahu tidak semudah itu. Belanda masih mempertahankan bagian-bagian tertentu termasuk Sumatera Timur. Oleh karena itu, PBB membentuk satu badan untuk menengahi konflik yang bernama Komisi Tiga Negara (KTN), sebuah komite yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB untuk menengahi konflik antara Indonesia dengan Belanda. Komite ini dikenal sebagai Committee of Good Offices for Indonesia (Komite Jasa Baik Untuk Indonesia).

Anggotanya terdiri dari:1) Australia yang dipilih oleh Indonesia diwakili oleh Richard C. Kirby 2) Belgia yang dipilih oleh Belanda diwakili oleh Paul van Zeeland 3) Amerika Serikat sebagai pihak yang netral menunjuk Dr. Frank Graham.

Tugas-tugas KTN adalah: 1) Menguasai dengan cara langsung penghentian tembak menembak sesuai dengan resolusi PBB, 2) Menjadi penengah konflik antara Indonesia serta Belanda, 3) Memasang patok-patok wilayah status quo yang dibantu oleh TNI, 4) Mempertemukan kembali Indonesia serta Belanda dalam Perundingan Renville. Perundingan Renville ini berdampak wilayah RI semakin sempit.

Hanya sebatas inilah sejarah yang diketahui oleh masyarakat Indonesia secara umum kecuali bagi masyarakat Karo pada waktu itu yang mengetahui ada sesuatu yang terjadi lebih dari apa yang dikenal secara nasional.

Foto head cover: Penggambaran peristiwa serangan laskar Karo ke Komisi Tiga Negara (KTN) di dekat Bandar Baru (Karo Dataran Rendah). Gambar-gambar ini terdapat di Monumen KTN. Foto: Edi Sembiring.

BERSAMBUNG


1 COMMENT

  1. “Hanya sebatas inilah sejarah yang diketahui oleh masyarakat Indonesia secara umum kecuali bagi masyarakat Karo pada waktu itu yang mengetahui ada sesuatu yang terjadi lebih dari apa yang dikenal secara nasional.”

    Betul sekali memang perumusan ini. Bagi rakyat Karo sangat lebih mendalam kesan penjajahan itu seperti perlawanan atas kekuatan Sekutu itu. Karo sudah puas dengan taktik licik penjajah untuk tetap menguasai Indonesia. Taktik Sekutu itu juga dilawan oleh orang Karo.

    Perlawanan Karo telah dimulai dengan Perang Karo Sunggal, Karo Rebel melawan perampokan tanah subur oleh Belanda di daerah Karo dataran rendah Sumtim. Daerah ini dijadikan perkebunan tembakah, sisal dan karet sebagai sumber ekonomi bagi kekuatan ekonomi kolonial. Karena itu juga jadi pemusatan kekuatan militer Belanda dalam perang kemerdekaan. Didaerah ini juga terjadi perlawanan pertama menentang Belanda pada akhir abad 18 disebut perang Sunggal.
    Perang Sunggal ini atau Karo Rebel ini disebut Perang Batak (Batak Oorlog) oleh Belanda, dan pahlawan pertama didaerah ini diangkat orang Batak. Patutnya sebagai pemimpin perang perlawanan pertama didaerah ini yang diangkat jadi palawan nasional pertama disini seharusnya orang Karo dari Perang Sunggal Surbakti, karena dialah yang bikin perang pertama didaerah ini.

    Sampai sekarang juga belum digubris oleh pemerintah Indnesia soal pahlawan perang Sunggal ini. Prof Samin Siregar (alm) pernah berulang-ulang mengusulkan supaya Badiuzzaman Surbakti diangkat jadi Pahlawan Nasional. Patutlah usul ini dan sebagai pahlawan pertama menentang kolonialisme di negeri ini. Perangnya terpanjang juga dan yang pertama bikin perang rakyat Karo melawan kolonial.

    Perang Sunggal Badiuzzaman Surbakti merupakan perang pembebasan terpanjang di Indonesia sekitar 25 tahun dan makan korban menyedihkan juga bagi keluarga Surbakti, dua orang keluarganya yang dibuang ke Jawa untuk seumur hidup dan mati dipengasingan.

    Kalau banyak monument perang kepahlawanan orang Karo dalam usaha kemerdekaan itu sangat patut diketahui oleh seluruh rakyat negeri ini. Wk Presiden Hatta juga bilang dalam suratnya kepada rakyat Karo 1948 bahwa rakyat Karo pahlawan. Hatta terutama sangat prihatin dan sangat simpati atas pengorbanan rakyat Karo dalam perang kemerdekaan dimana orang Karo mengorbankan jiwa dan harta bendanya tanpa pamrih termasuk dalam taktik bumi hangusnya.

    MUG

Leave a Reply