Orang Kaya Jual Telur di Tepi Jalan

0
150

jam 2

 

Juara R. GintingJUARA R. GINTING. LEIDERDORP. Dulu ada cerita, di salah satu tempat di Jalan Lintas Sumatra ada orang-orang Kubu meletakkan beberapa hasil pertanian mereka di tepi jalan. Orang-orang yang lalu lalang boleh mengambilnya dan meletakkan uang di situ sebagai penghargaan terhadap hasil pertanian yang diambil tadi. Pembeli sendiri yang menentukan harganya. Hal yang mirip masih bisa kita dapat di Belanda.

Memang di Belanda si penjual telah menentukan harga barang-barang yang dijualnya, sebagaimana terlihat pada foto di atas. Tapi prakteknya masih agak sama dengan yang dilakukan oleh suku terasing Kubu di Sumatra. Mereka menjajakan barang jualannya di tepi jalan depan rumah mereka. Tapi, mereka sendiri tidak menunggui barang jualannya. Mereka meneruskan pekerjaan sehari-hari di rumah.

Para pembeli boleh memilih dan kemudian membeli barang yang dijajakan di sana. Telah tersedia kotak uang. Pembeli boleh mengambil pengembalian uangnya dari kotak itu. Tidak akan ada yang mengetahui apakah si pembeli mengambil uang kembalian lebih dari yang semestinya kecuali Tuhan.

Jadi, kejujuran bukan hanya milik masyarakat sederhana atau terasing seperti orang Kubu di Sumatera. Tempatnya hanya berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Sora Sirulo Belanda, tepatnya di Kompleks Leyhof, Kota Leiderdorp (tidak jauh dari Leiden dan hanya 30 menit ke Amsterdam atau Den Haag dengan kenderaan bermotor).

jam 3Tipe rumah penjualnya juga tidak bisa dikatakan sederhana, bahkan boleh dikatakan tipe rumah orang kaya jenis bungalow yang bertetangga dengan rumah-rumah jenis villa.

Barang-barang yang dijual di situ adalah berbagai jenis buah yang ditanam di belakang rumah dan telur ayam yang mereka pelihara di belakang rumah. Mereka juga menjual jam (selai) buatan sendiri dengan bahan buah-buah dari taman belakang rumah sendiri.

Tidak terlihat di foto, mereka juga punya mobil yang terbilang cukup mahal.


Leave a Reply