Terkelin Brahmana Serahkan 177 SK CPNS

1
198

foto nggunturbupati 4NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Bupati Karo (Terkelin Brahmana SH) menyerahkan 177 SK CPNS formasi TA 2013 dan TA 2014 dari tenaga honorer kategori II dan 119 SK CPNS pelamar umum TA 2014 di lingkungan Pemkab Karo bertempat di aula Kantor Bupati Karo [Kamis 6/8]. Penyerahan SK secara simbolis diberikan kepada Sofian Aswan Sembiring dan Hosea Ginting dari pelamar umum serta Roy Sembiring dan Suraman Manalu dari tenaga honorer kategori II.

Turut hadir mendampingi Bupati Karo, asisten administrasi Anderiasta Tarigan AP MSi, asisten pemerintahan drs. Suang Karo-karo dan beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab Karo.

Penyerahan SK CPNS formasi TA 2013 dan TA 2014 dari tenaga honorer kategori II di lingkungan Pemkab Karo dilaksanakan berdasarkan surat Menpan dan RB Nomor FH2/56/M.PAN-RB/32014 tanggal 28 Maret 2014. Di situ dinyatakan, tambahan alokasi CPNS TA 2013 dan TA 2014 dari tenaga honorer kategori 2 dengan tambahan formasi dari K2 berdasarkan hasil seleksi dari tenaga honorer K2 sebanyak 177 orang dengan rincian tambahan alokasi formasi tahun 2013 sebanyak 89 orang dan tahun 2014 sebanyak 88 orang.

Sedangkan untuk pelamar umum TA 2014 di lingkungan Pemkab Karo berdasarkan keputusan Menpan dan RB RI Nomor B/679/M.PAN-RN/02/2015 tanggal 23 Februari 2016. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi CPNS Kabupaten Karo harus memenuhi nilai ambang batas kelulusan atas tes kompetensi dasar yang menggunakan sistem Computer Assited Tes (CAT) di lingkungan Pemkab Karo.

Dari formasi CPNS TA 2014 yang berjumlah 120 orang, ada 1 formasi yang tidak memenuhi passing grade sehingga SK yang diterbikan untuk CPNS dari pelamar umum sebanyak 119 orang. Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dalam sambutannya menyatakan, perubahan birokrasi di lingkungan Pemkab Karo perlu dilakukan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan titik berat pada dua hal. Pertama, memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat dengan mengedepankan kultur pelayanan dan menghindari sikap minta dilayani. Ke dua, meningkatkan efisiensi dan efektifitas internal SKPD-nya masing-masing.

Pengangkatan CPNS bukan hanya formalitas pengisian, melainkan sebagai sarana penguatan, pengembangan dan pemberdayaan potensi diri dalam upaya peningkatan kompetensi aparatur pemerintah ke arah tercapainya sumber daya aparatur yang handal dan profesional dalam menjalankan tugas. Untuk itu, seluruh CPNS di lingkungan Pemkab Karo diharapkan kesungguhan, optimalisasi kemampuan, dan keiklasan dalam melaksanakan tugas sehingga kesejahteraan warga Kabupaten Karo dapat tercapai.

“Tanamkan dalam hati tentang kebenaran dan pengetahuan dalam bekerja. Tunjukkan kinerja yang baik. PNS akan bermakna jika bisa memberikan arti seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat.” ujar Terkelin.

1 COMMENT

  1. “Tanamkan dalam hati tentang kebenaran dan pengetahuan dalam bekerja. Tunjukkan kinerja yang baik. PNS akan bermakna jika bisa memberikan arti seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat.” ujar Terkelin.
    ‘kebenaran dan pengetahuan dalam bekerja’ betul sudah waktunya untuk dikemukakan saat ini, mengikuti jaman dan perubahan. Apa ‘kebenaran’ sekarang, atau ‘pengetahuan dalam bekerja’ sekarang dibandingkan dengan tahun-tahun lalu atau sejak kemerdekaan sampai reformasi?

    Ciri dan landasan pemikiran manusia sekarng supaya bisa bikin perubahan dalam sistem pemerintahan yang sudah puluhan tahun begitu-begitu saja, karena hanya pergantian orangnya tetapi tetap tak terlihat oleh publik bedanya sejak permulaan kemerdekaan dulu. Pegawai ditambah atau dikurangi, pemimpinnya diganti, tetapi hasil kerjanya itu-itu juga dari tahun ke tahun. Hanya korupsinya terlihat ‘berkurang’ karena ada KPK dimana sampai sebelum ada KPK korupsi hanya tambah saja tiap tahun dalam semua tingkat pemerintahan negeri ini. Peranan KPK memang luar biasa, bisa bikin koruptor dan pencoleng uang negara jadi mikir-mikir atau angkar-angkar kata orang Karo.

    Ada beberapa yang bersemangat bikin perubahan walaupun dengan penentangan dan oposisi yang berat seperti Surabaya dan DKI Jakarta. Ahok gubernur Jakarta menghadapi problem kultural, dia sendiri orang China dan menghadapi Jakarta berbagai etnis/kultur dimana modal sosial sangat rendah, tak ada dominasi kultur lokal yang jadi panutan. Karena itu Ahok sering harus menghadapi ‘bajingan’ seperti dia katakan sendiri. Kearifan lokal tak pernah jadi bahan pembicaraan Ahok. Tetapi dia tetap berusaha. Saya sangat salut kepada Ahok.

    Selain kedua kota ini (Surabaya dan Jakarta) belum terlihat usaha kearah perubahan secara signifikan dari pemimpin pemda lainnya, yang lebih sering terdengar ialah jadi tersangka KPK. Tetapi sudah ada yang berusaha, seperti bupati Karo ini, setidaknya dia sudah katakan seperti diatas. Sudah ada maksud bikin perbaikan dan perubahan.
    Kalau di Jakarta tak pernah ngomong soal kearifan lokal, di Karo sudah semakin mantap diyakini perlunya perubahan atas dasar kearifan lokal ini.

    Kearifan lokal adalah fenomena dunia setelah runtuhnya kekuasaan dua blok (barat dan timur) dalam era perang dingin. Cultural revival atau ethnic revival seluruh dunia menonjolkan ciri utama yaitu mengkedepankan identitas tiap nation atau tiap suku dalam membangun daerahnya atau nationnya. Pembangunan dan perubahan tak bisa dipisahakan dari IDENTITAS, dpl tak bisa dipishkan dari kearifan lokal.

    Di Karo atau daerah ulayat Karo masih sangat kuat pengaruh identitas ini untuk diberdayakan dalam sinergi kekuatan lokal berdasarkan budaya dan kultur Karo. Korupsi dan kejahatan-kejahatan lain yang banyak terjadi didaerah multi-etnis seperti Jakarta, tidak seharusnya terjadi di Karo, atau mestinya bisa dihindari dengan memberdayakan kearifan lokal ini.

    Cobalah misalnya di satu kampung/desa tertentu dimana orang saling kenal dan tau ‘tutur’ sesamanya, dan sering musyawarah sesama nya membicarakan soal-soal penting sehari-hari seperti dianjurkan gubernur Bali Pastika, pelaku kejahatan pastilah akan ‘mikiir-mikir’ dulu sebelum bikin sesuatu diluar kebiasaan lokal. Apalagi kalau ada Lembaga Adat yang kuat seperti pernah diusulkan AFM dalam SS. Kalau orang ‘lain’ datang kesitu yang mau bikin macam-macam, ini akan langsung diketahui orang banyak.

    Disinilah perlunya IDENTITAS yang kuat, karena tanpa identitas yang kuat berarti juga tak ada lagi dominasi kultur lokal. Tanpa dominasi pikiran dan kultur lokal, kekuasaan juga pasti lemah, gampang dipengaruhi oleh kultur lain atau budaya lain atau kultur pendatang. Karena itu disini harus dipelakukan ‘dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung’ atau seperti prof MacDonald bilang ‘Minorities (pendatang – MUG) should be welcomed but they should not be able to remake society in their own image’. Sangat mengagumkan bahwa seorang prof orang Barat bisa mengerti atau sejalan pikirannya dengan pepatah leluhur Indonesia itu.

    Karena itu juga berlainan halnya di kota/daerah yang dihuni multi-kulti dan tak ada lagi dominasi penduduk lokal, dimana berlaku saling tak percaya yang sangat tinggi sesama penghuninya (prof Putnam).

    ‘The first approach entails redefining the international order so that it better reflects geopolitical realities’ kata Moisi dalam bukunya The Clash of Emotions. Solusi persoalan sekarang harus berdasarkan situasi emosional ditiap daerah, artinya way of thinkingnya, kultur dan tradisinnya. Ini semua ditegaskan dan tercermin dalam IDENTITAS yang kuat dalam tiap suku/daerah. Ini juga menjadi dasar utama Kearifan Lokal.

    MUG

Leave a Reply