Kolom M.U. Ginting: Menghina Raja Thailand

0
178

M.U. Ginting 2raja thailandSituasi di Thailand ini dan keberadaan rajanya masih dalam era feodal dan pakai hukum feodal. Karena itu, yang mengeritik raja dihukum berat. Susahlah bagi raja ini untuk memahami perubahan era sekarang, memahami freedom of speech, karena pada era feodal sama sekali tak dikenal.

Penguasa  militer memanfaatkannya pula. Tiap hari makin banyak yang ngomong mengeritik raja, makin banyak saja yang akan dipenjarakan.

Di Karo, sudah tinggi freedom of speech ini. Kehebatan orang Karo ialah sudah ribuan tahun ada freedom of speech, karena masyarakat egaliternya dan berdasarkan filsafat hidupnya, sangkep nggeluhnya dan dialektikanya yang sudah tinggi.

Dalam masyarakat Karo yang sudah sangat tua itu, berlaku demokrasi suku Karo. Orang yang paling tinggi martabatnya dalam kehidupan Karo dan bahkan dianggap sebagai ‘dibata niidah’ (Tuhan yang terlihat) hanya kalimbubu dan jadi kalimbubu (pemberi dara) berlaku bagi semua orang pada gilirannya. Begitu juga jadi yang paling ‘rendah’ sebagai pekerja dalam masyarakat Karo bernama anak beru  (penerima dara) juga bergilir dan kewajiban atau keharusan bagi tiap manusia Karo.

Tanpa pergiliran yang egaliter ini tak ada kehidupan Karo, masyarakat Karo dan kultur Karo. Itulah kehidupan demokrasi etnis Karo serta sesuai dengan perubahan dan perkembangan jaman, artinya jaman ini menuju ke situ dalam perubahan aktual dunia.

Dunia menuju demokrasi egaliter etnis Karo dan gaya dinamis leadership Karo. Juga dalam win win solution dunia yang kita lihat sekarang ini adalah 100% filsafat hidup Karo dari sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring. Di Karo sudah berlaku sejak ribuan tahun lalu.

Dialektika Karo yang sudah berumur ribuan tahun, tesis-antitesi-syntesis Karo dalam ‘seh sura-sura tangkel sinanggel (dialektika pikiran) dan Pantarei Karo ‘aras jadi namo, namo jadi aras (dialektika alam) tak diragukan adalah dialektika pertama yang pernah ada didunia, bukan dialektika Heraklitos sebagaimana dituturkan oleh filosof Barat selama ini karena dialektika Heraklitos baru ada sekitar 500 BC.

Jadi, dialektika Karo jauh lebih tua. Apalagi tesis-antitesis-syntesis Hegel yang baru berumur 200 tahun lebih. Tesis-antitesis-syntesis Karo sudah berumur lebih dari 5000 tahun, sejak ditemukannya fosil DNA Karo/ Gayo (yang berbeda dari Batak) dan hasil seni kreasi Karo barang anyaman di Dataran Tinggi Gayo tahun 2010-2011.

Karena itu, bisa dipastikan bahwa perubahan dan perkembangan dunia sekarang ini sedikit banyaknya menuju pemikiran yang sudah terdapat  dalam kultur Karo sejak ribuan tahun.

Berita-berita lainnya klik sorasirulo.com



Leave a Reply