4 Sekawan Curi Bibit Glugur Milik Tenang Barus

1
188

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruasamIMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. 4 sekawan dipukuli warga hingga babak belur dan selanjutnya diarak ke Polsek Biru-biru [Sabtu 8/8: sekira 21.00 wib]. Mereka adalah masing-masing Rio Jepri Napitupulu (21), Bahagia Ginting alias Giok (22) dan Ali Usman Marbun (23) ketiganya merupakan warga Desa Mbarue (Kecamatan Biru-biru) beserta Sama Sitepu alias Camang (24) warga Dusun 3 Simpang Ranting, Desa Namotualang (Kecamatan Biru-biru).

Keterangan korban Tenang Barus (34) warga Dusun 3 Simpang Ranting, Desa Namo Tualang, saat membuat laporan di Polsek Biru-biru mengatakan, puluhan bibit tanaman Asam Glugur miliknya diketahui hilang sehari sebelumnya [Jumat 7/8: sekira 20.00 wib]. Mengingat  bibit Asam Glugurnya kerab dicuri maling, Tenang Barus tidak bisa tenang. Ia bersama istrinya Litawati (32) berupaya mencari pelakunya.

asam 2Terakhir, Tenang Barus bersama istrinya bisa sedikit bernafas lega. Seorang saksi mata bernama Pesta Ginting megatakan [Sabtu 8/8: sekira 20.00 wib], kalau salah satu pelaku yang mencuri bibit Asam Glugur miliknya adalah Rio. Beranjak dari informasi tersebut, Tenang Barus kemudian mencari keberadaan Rio. Rio pun akhirnya berhasil ditemukan di sebuah kede tuak.

Awalnya, Rio tidak mengakui telah melakukan pencurian. Karena terus didesak oleh puluhan warga yang telah mengerumuni kede tuak itu. Rio akhirnya mengaku. Malah menurut pengakuan Rio, ia melakukan pencurian bukan sendiri, tetapi bersama Giok, Camang, dan Ali. Tak ayal lagi, warga yang selama ini cukup resah karena maraknya aksi pencurian, langsung memukuli keempatnya hingga babak belur. Selanjutnya, malam itu juga keempat pelaku diarak ke Polsek Biru-biru.

asam 3Menurut penjelasan para pelaku, Bibit Asam Glugur milik korban dicuri sehari sebelumnya. Esoknya, bibit Asam Glugur itu kemudian dijual seharga Rp 300 ribu. Selanjutnya, uang hasil penjualan digunakan membeli sabu untuk dipakai bersama-sama. Selebihnya dipakai untuk membeli rokok dan minum tuak.

“Bibit Asam Glugur itu kami jual 300 ribu. Lalu kami beli sabu paket seratus ribu. Selebihnya untuk beli rokok dan minum tuak,” kata Camang Ali, salah seorang tersangka saat diwawancarai di Mapolsek Biru-biru.

Foto-foto adalah keempat pelaku saat diamankan di Polsek Biru-biru.


1 COMMENT

  1. “Bibit Asam Glugur itu kami jual 300 ribu. Lalu kami beli sabu paket seratus ribu. Selebihnya untuk beli rokok dan minum tuak,” kata Camang Ali, salah seorang tersangka saat diwawancarai di Mapolsek Biru-biru.

    Banyak sekali persoalan dimasyarakat sebagai akibat sabu ini. Anak-anak muda ini dirusak dengan narkoba, menjurus ke perusakan daerah atau seluruh nation in akan bertekuk lutut dibawah kekuasaan lain yang menggunakan narkoba ini sebagai alatnya. Sangat gampang mengutak-atikkan satu daerah atau satu nasion karena sudah jadi pemabuk narkoba atau dengan duit menggoyahkan iman. KPK banyak jasanya dalam usaha mencegah penggerogotan Indonesia dari dalam dengan uang. dan korupsi. Terlihat juga dalam pilkada banyak daerah yang tak digemari calon jadi pejabat daerah. Tiap kali jadi pejabat tiap kali juga diincer KPK.

    KPK sudah berhasil banyak dalam mengurangi pengerongrongan lewat duit (korupsi). Tetapi pengerongrongan lewat narkoba belum sepenuhnya berhasil. Hukuman mati salah salah satu cara dan sudah berjalan bagus. Tetapi pastilah masih kurang efektif juga karena masih banyak terjadi seperti dalam berita ini. Penangkapan dan pemberantasan pengedar masih harus terus ditingkatkan.

    Jika semua daerah bikin kearifan lokal dan disitu dimusyawarahkan oleh masyarakat lokal soal penanganan pengedar narkoba ini pastilah lebih efektif, apalagi kalau semua saling kenal dan disitu berdominasi kultur lokal, artinya di daerah ulayat Karo diperlakukan musyawarah Karo. Pendatang harus tunduk, atau dipaksakan dengan kekuatan polisi dalam mencegah peredaran bahan mematikan ini.

    MUG

Leave a Reply