Kolom Alexander F. Meliala: PERS KINIKARON

1
159

alexanderpers 2Peran media massa (pers) dalam kehidupan bermasyarakat sangat besar karena sangat efektif mempengaruhi/ merubah cara berpikir banyak orang dan mampu membangun opini publik. Dalam dunia politik pun media massa kerap digunakan sebagai alat penyampaian informasi dan pesan yang sangat efektif dan efisien. Oleh karena itu, media massa juga sangat berperan penting dalam upaya mencuatkan Karo ke permukaan.

Lalu, yang menjadi pertanyaan, apakah saat ini Suku Karo telah memiliki media yang mumpuni?

Ketika media massa mumpuni seperti yang diharapkan belum tercipta, maka sebagai alternatif yang bisa dimanfaatkan adalah media sosial, yakni media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi dan berbagi dalam rangka menciptakan karya jurnalistik.

Semakin menarik, ketika melalui media sosial, saat sekarang kegiatan jurnalistik tidak hanya dapat dilakukan dan dijalankan oleh wartawan profesional, melainkan warga biasa pun dapat melakukannya; biasa disebut citizen journalism.

Meski demikian, jangan lupa bahwa pers dan jurnalistik merupakan suatu kesatuan yang bergerak dalam bidang penyiaran informasi. Artinya pers sebagai media komunikasi massa tidak akan berguna apabila sajiannya jauh dari prinsip-prinsip jurnalistik. Sebaliknya, karya jurnalistik tidak akan bermanfaat tanpa disampaikan oleh pers sebagai medianya.

Dengan demikian, untuk meningkatkan kualitas informasi yang akan disajikan melalui karya jurnalistik, diperlukan peningkatan pengetahuan dan teknik jurnalistik. Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam peningkatan pengetahuan dan teknik jurnalistik adalah dengan mengadakan pelatihan jurnalistik.

Ketika masyarakat Karo semakin banyak yang paham dan mengerti bagaimana teknik jurnalistik, tentu akan semakin banyak pula konten-konten atau karya jurnalistik berkualitas tentang Karo yang dapat diciptakan. Dengan semakin banyaknya karya jurnalistik Karo yang tercipta, maka tentu keberadaan Karo akan semakin mencuat dan dikenal luas.

Lalu, cara apa yang harus ditempuh sehingga semakin banyak masyarakat Karo, khususnya para generasi mudanya mengerti dan paham teknik jurnalistik? Salah satu caranya adalah mengadakan pelatihan jurnalistik terhadap generasi muda Karo.

Sudahkah generasi muda Karo siap diberikan pelatihan jurnalistik dalam rangka mencuatkan Karo?

1 COMMENT

  1. AFM:
    “Semakin menarik, ketika melalui media sosial, saat sekarang kegiatan jurnalistik tidak hanya dapat dilakukan dan dijalankan oleh wartawan profesional, melainkan warga biasa pun dapat melakukannya; biasa disebut citizen journalism.

    Pers dan jurnalistik merupakan suatu kesatuan yang bergerak dalam bidang penyiaran informasi. Artinya pers sebagai media komunikasi massa tidak akan berguna apabila sajiannya jauh dari prinsip-prinsip jurnalistik. Sebaliknya, karya jurnalistik tidak akan bermanfaat tanpa disampaikan oleh pers sebagai medianya.”

    Bagus sekali ini AFM telah menyiapkan waktunya untuk menuliskan uraiannya soal pers kinikaron ini.
    Dari judul ‘pers kinikaron’ sudah merupakan salah satu dari prinsip jurnalistik atau journalistic writing hehehe . . . . Ini saya maksudkan dari segi relevansi, salah satu bagian penting dari journlistc writing tadi atau prinsip-prinisp jurnalistik kata AFM.

    Kinikaron sudah merupakan salah satu yang relevan bagi orang Karo, tidak sama relevansinya bagi orang Jawa misalnya yang tak ada sangkut pautnya dengan orang Karo. Untuk pembaca Karo penting. Jadi kalau dipendekkan tulisan jurnalistik kuncinya ialah newsworthiness. Karena ini citizen journalism maka seberapa harganya apa yang kita tulis itu ya kita sendiri yang pertama bikin harganya, nanti orang lain akan menunjukkan juga berapa harga tulisan kita itu.

    Soal penting lainnya ialah soal jurnalis etik atau etikanya. Ini juga sebagai jurnalis citizen hampir semua kita mengetahui seperti sopan santun, HAM dsb. Salah satu yang menarik saya pikir ialah dari persatuan jurnalis Kanada, dia bilang begini: to seek and report the truth, encourage civic debate to build our communities, and serve the public interest.

    Jadi dalam jurnalis citizen ini hanya dua soal yang perlu:

    1. nilai atau worthiness.
    2. etikanya atau sopan santunnya.

    Ayo anak-anak muda Karo, jadilah jurnalis citizen, dua syarat diatas itu semua kita juga sudah bisa mengerti, sekarang tulis sebanyak banyaknya soal Karo dan juga kemudian soal negeri kita ini. Kalau ada ratusan ribu citizen jurnalis Karo iktu menulis soal kinikaron . . . mengikuti jejak AFM, ‘encurage civic debate to build our communities’ . . . bukan main.

    MUG

Leave a Reply