Berita Foto: Bertani Sejak Dini di Belanda

0
279

petani 1

 

Juara R. GintingJUARA R. GINTING. LEIDERDORP. Sebagaimana pernah diberitakan oleh Sora Sirulo, tidak jauh dari Kantor Sora Sirulo di Leiderdorp (Nederland) terdapat sebuah hutan buatan yang sangat luas dengan di dalamnya ada beberapa lapangan sepakbola, beberapa lapangan hockey, beberapa lapangan bola keranjang, tempat bermain anak-anak dan remaja, lapangan olahraga berkuda, gedung fitness, gedung olahraga menembak, dan beberapa lainnya. Selain itu, di dalam hutan ini ada sebuah lahan pertanian tempat anak-anak SD bercocoktanam sayur mayur.

Semua sekolah dasar yang ada di Kota Leiderdorp punya bagian dari lahan ini untuk tempat murid-murid mereka berkebun sayur mayur. Masing-masing anak punya kebun pribadi di dalam bagian sekolah mereka.

petani 2Anak-nak bisa mengajak orangtua atau kakek nenek mereka turut membantu mengerjakan kebun. Sebagaimana terlihat di foto sebelah kiri ini. Deni yang merupakan pria asal Jawa ini kawin dengan seorang perempuan Belanda. Mereka telah punya dua anak, putra dan putri. Kedua anak mereka punya kebun di sini. Deni yang merupakan kenalan lama dari Sora Sirulo memperkenalkan putra dan putrinya sambil berkata: “Saya diajak anak-anak ikut membantu membersihkan kebun mereka dari rerumputan.”

 

 

 

petani 3

 

Dalam bercocoktanam, anak-anak mendapatkan bimbingan dari beberapa orangtua lanjut usia. Mereka adalah sukarelawan yang sudah pensiunan. Mereka mengajari anak-anak cara mengolah tanah, menanam dan merawat tanaman serta bagaimana pula memanennya. Sebagaimana terlihat di foto ini, seorang pria pensiunan mengajari seorang anak perempuan asal Amerika Serikat cara memetik buncis agar tidak merusak tanamannya. Di sebelah kiri terlihat ibu si anak turut mendengar bimbingan dari Pak Tua yang tangan kirinya terus-terusan bergetar karena mengidap penyakit Parkinson.

 

petani 4

 

Anak-anak juga dibimbing untuk mengenal kompos. Setelah membersikan kebun mereka dari rerumputan, anak-anak diarahkan untuk membuang sampahnya ke bak yang telah disediakan. Di sana sampah rerumputan itu akan diolah menjadi kompos untuk kemudian dipergunakan memupuk tanaman mereka.

Semua hasil panen pertanian anak-anak ini adalah organik alias tanpa bahan kimia, baik dalam pemupukan maupun pengobatan. Mereka boleh membawa hasil ke rumah masing-masing.

Dari pengamatan Sora Sirulo dan hasil wawancara dengan beberapa nara sumber di Belanda, banyak orang dewasa yang menjadikan hobinya berkebun sayur mayur setelah di masa anak-anak mereka belajar berkebun di sekolah sebagaimana terlihat di foto-foto di atas.

Leave a Reply