Kolom M.U. Ginting: Jurnalis Karo

2
150
jurnalistik
Wartawan Sora Sirulo alexander F. Meliala adalah salah satu diantara beberapa wartawan yang langsung berada di tempat kejadian saat jatuhnya pesawat terbang Hercules beberapa waktu lalu di Padangbulan, Medan (lihat video liputannya di bawah yang juga “dipinjam” oleh BBC Indonesia dalam pemberitaan mereka.

M.U. Ginting 2“Semakin menarik, ketika melalui media sosial, saat sekarang kegiatan jurnalistik tidak hanya dapat dilakukan dan dijalankan oleh wartawan profesional, melainkan warga biasa pun dapat melakukannya; biasa disebut citizen journalism. Pers dan jurnalistik merupakan suatu kesatuan yang bergerak dalam bidang penyiaran informasi. Artinya pers sebagai media komunikasi massa tidak akan berguna apabila sajiannya jauh dari prinsip-prinsip jurnalistik. Sebaliknyakarya jurnalistik tidak akan bermanfaat tanpa disampaikan oleh pers sebagai medianya,” tulis Alexander F. Meliala (AFM) dalam kolomnya di Sora Sirulo.

Bagus sekali ini. AFM telah menyiapkan waktunya untuk menuliskan uraiannya soal pers kinikaron ini. Dari judul ‘pers kinikaron’ sudah merupakan salah satu dari prinsip jurnalistik atau journalistic writing hehehe . . . .  Ini saya maksudkan dari segi relevansi, salah satu bagian penting dari journalistc writing tadi atau prinsip-prinisp jurnalisti, kata AFM.

Kinikaron sudah merupakan salah satu yang relevan bagi orang Karo. Tidak sama relevansinya bagi orang Jawa misalnya yang tak ada sangkut pautnya dengan Suku Karo. Untuk pembaca Karo penting. Jadi kalau dipendekkan tulisan jurnalistik kuncinya ialah news worthiness.

Karena ini adalah citizen journalism maka seberapa nilai atau harganya apa yang kita tulis itu ya kita sendiri yang pertama bikin harganya. Nanti orang lain akan menunjukkan juga berapa harga/ nilai tulisan kita itu.

Soal penting lainnya ialah soal jurnalis etik atau etikanya. Ini juga sebagai jurnalis citizen hampir semua kita mengetahui seperti sopan santun, HAM dsb. Salah satu yang menarik saya pikir ialah dari persatuan jurnalis Kanada, dia bilang begini: to seek and report the truth, encourage civic debate to build our communities, and serve the public interest.

Jadi, dalam jurnalis citizen ini hanya dua soal yang perlu:

  1. nilai atau worthiness
  2. etikanya atau sopan santunnya

Ayo, anak-anak muda Karo. Jadilah jurnalis citizen. Dua syarat di atas itu semua kita juga sudah bisa mengerti. Sekarang, tulis sebanyak-banyaknya soal Karo dan juga kemudian soal negeri kita ini.

Kalau ada ratusan ribu citizen jurnalis Karo ikut menulis soal kinikaron, mengikuti jejak AFM, ‘encourage civic debate to build our communities‘ . . .  bukan main.

Tambahan dari redaksi:

Hari ini (setelah masuknya Kolom M.U. Ginting ini ke dapur redaksi), Alexander F. Meliala ditetapkan sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sora Sirulo (Pemimpin Redaksi adalah Ita Apulina Tarigan). Beberapa hari yang akan datang (waktu dan tempat belum dipastikan), Alexander F. Meliala akan memimpin sebuah pelatihan jurnalistik di Medan atas kerjasama www.sorasirulo.com dengan www.sipayo.com.



2 COMMENTS

  1. “Hari ini (setelah masuknya Kolom M.U. Ginting ini ke dapur redaksi), Alexander F. Meliala ditetapkan sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sora Sirulo”

    “Alexander F. Meliala akan memimpin sebuah pelatihan jurnalistik di Medan atas kerjasama http://www.sorasirulo.com dengan http://www.sipayo.com.”

    Bravo AFM, Munculkan ribuan citizen journalis Karo!
    Kwantitas akan melahirkan kwalitas baru. Ini pasti.

    Maju terus SS.

  2. Semakin berkembang zaman, media informasi apalagi.

    Dalam situasi ini, kaum introvert sangat diuntungkann, itupun kalau mau ambil kesempatan itu. Dan Karo dalam hal ini mencoba memanfaatkan dan menikmati kebebasan ini dan terus meyuarakan kinikaron.

    Mejuah-juah.

Leave a Reply