Kolom Bastanta P. Sembiring: Ketika Kekaroan Dituding Memalukan

0
131

bastantabastanta 6“Jangan berbahasa Karo di sini” atau “jangan bahas tentang Karo (khususnya KBB) di sini.” Wah, wah, wah ….. Sifat-sifat ingin mengatur di dapur orang lain itu ternyata sudah sampai pada level demikian parah.  Sampai-sampai di group-group Karo yang nota bene seharusnya membahas seputar Karo, seorang yang nyata-nyata bukan orang Karo dan tidak diharapkan nyemplung dalam diskusi mulai merasa diri sebagai tuan dalam diskusi (mengatur) dan berani mengakatan demikian. Melarang orang Karo berbahasa Karo di group Karo.

Sudah terlalu sering saya lihat demikian dan sudah saatnya jadi bahan pemikiran bagi kita, khususnya bagi teman-teman Karo yang selama ini antipati dan apatis terhadap gerakan KBB (Karo Bukan Batak). Jangan sampai sifat-sifat orang luar yang demikian semakin merajalela di lingkungan kekaroan.

Orang-orang yang demikian yang biasa kita sebut ogap, biasanya menempatkan dirinya seakan tahu dan menguasai semua. Nyatanya, hanya cemohan dan kata-kata kotor, serta tuduhan keji yang selalu dilontarkannya. Merasa tuan dalam diskusi, sehingga diskusi harus diarahkan oleh dan untuk kepentingannya, atau mungkin juga dia punya tuan (tuan para ogap).

Si tuan (tuan para biang perburu) sudah mulai turun tangan sendiri, karena algojo/ tukang pukulnya atau biasa kita sebut biang perburu dalam diskusi sudah tidak mempan lagi. Lantas, bagaimana dengan nasib para biang perburuOrang-orang seperti ini salah satu tipe manusia yang juga harus diwaspadai dan dilawan, agar emansipasi pemikiran di Karo itu tidak sampai mati.

bastanta 7

Kebebasan Karo untuk berbicara tentang diri (identitas) dan lainnya seputar kekaroan itu harus terus kita jaga, sehingga pemikiran atau ide-ide untuk mengembangkan kinikaron itu terus tumbuh dan berkembang.

Jadi, kembali lagi kepada kita semua. Kalau sudah sampai pada level demikian parahnya, yakni mereka mulai merasa berhak mengatur dan melarang, serta tidak jarang melontarkan pernyataan merendahkan kekaroan itu, apakah kita masih tetap diam: antipati dan apatis terhadap gerakan KBB itu?

Ukuri  dagé sirulo, adi keleng kin atéta kinikaron é. Mejuah-juah.”

Leave a Reply