Kolom M.U. Ginting: DWELLING TIME

1
92

 

M.U. Ginting 2dwelling timeKasus korupsi atau suap dwelling time sudah sejak jaman bahola, termasuk sangat ‘populer’ jadi tempat basah 32 tahun Orba. Tahun 2002, dibentuklah PPATK pertama tugasnya menghabisi kejahatan ‘pencucian uang’, katanya, terutama yang dipakai untuk biaya teroris.

PPATK didirikan pada tanggal 17 April 2002, bersamaan dengan disahkannya Undang-undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Kejadian sudah lama, asumsinya praktik lama. Banyak institusi kemungkinan besar kecipratan, tapi pemain utama, yang membantu atau yang memfasilitasi kami belum tahu,” tutur Yusuf kepala PPATK [Sabtu 8/8] kepada merdeka.com.

Memang sudah lama suap di sini, 32 tahun Orba dan 15 tahun Reformasi. Jadi sudah 47 tahun, setengah abad.

Yusuf baru bilang kemarin dulu, pada hal PPATK sudah berdiri lebih lama dari KPK. KPK sudah bikin banyak sejarah gemilang, dan sangat dikagumi pemerhati dari luar negeri ini. Bikin jatuh dua Malaranggeng kesayangan SBY, bikin perang cicak terkenal seluruh dunia, perang besar antara cicak dan buaya serta tidak selalu berakhir dengan kekalahan si cicak. Banyak buaya juga jatuh bergelimpangan. Sampai sekarang juga KPK masih jadi sasaran utama masyarakat koruptor, tetapi KPK  semakin kukuh, semakin canggih dan tetap hidup.

Banyak calon Pemda tak maju mengingat nasib buruk yang bisa ditawarkan KPK kalau maksudnya jadi pejabat hanya untuk cari duit. Apalagi kalau harus dapatkan kembali uang biaya promosi pencalonannya. Sering uangnya belum sempat kembali, sudah harus ke hotel gratis. Siapa yang mau dapat nasib buruk kayak gini? Tak kurang contohnya seluruh Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke.

Ketika seorang teman kirim barang ke Indonesia, dwelling time ini harganya mahal dia bayar, padahal harga barangnya sajapun tak setinggi itu.

Serahkanlah soal suap dwelling time ini kepada si cicak ini, pasti lain imbasnya.

1 COMMENT

  1. Menteri dagang dicopot oleh Jokowi karena suap dwelling time itu tak diubah walaupun sudah ada sejak era kolonial. Tak menyangka jugalah menteri dagang ini situasi yang sydah ‘ribuan’ tahun dibiarkan ini akan jadi alasan pencopotan dia pula. Siapa nyangka. Menteri dagangini hanya menjalankan politik lama yang dia duga masih bisa jalan yaitu politik “pembiaran berkepanjangan” (PJG). Ternyata Jokowi sudah mengakhiri politik pembiaran berkepanjangan itu dan sasaran pertama sialnya menteri ini pula dan beberapa menteri lainnya juga.

    Bupati Karo sudah diberi nasihat ini oleh PJG supaya mengakhiri politik pembiaran berkepanjangan ini, terutama dalam menangani pasar di Kabanjahe dan juga kebersihan kota. Kalau ada yang perlu dicopot dan diganti, mulailah dan dukung sepenuhnya yang mau mulai bekerja. Semua apa saja yang baru harus didukung penuh.

    Dalam mengakhiri cara pikir atau politik ‘pembiaran berkepanjangan ‘ harus ada permulaannya. Kalau tak dimulai berarti juga meneruskan politik pembiaran berkepanjangan. Ini berlaku bagi kita semua, di KBB sudah kita mulai sejak lama dan masih banyak tempat /persoalan dimana belum dimulai, atau masih saja dalam tingkat “pembiaran berkepanjangan” itu.

    Tiap pejuang KBB bisa menemukan sendiri soal ini dilingkungan masing-masing. Misalnya kalau kita dengar seseorang yang belum mengerti KBB atau belum mengerti apa itu ‘Karo’. Di internet pernah juga orang bertanya kepada saya daerah Karo itu dimana? Walaupun si penanya ini mengaku rendah pengetahuan geografinya tetapi harus dijelaskan, kalau saya biarkan saja pura-pura tak dengar, ini artinya melanjutkan ‘pembiaran berkepanjangan’.

    Bayangkan kalau tiap orang Karo atau tiap pejuang KBB bisa memulai mengakhiri satu saja tiap hari ‘pembiaran berkepanjangan’ yang merugikan Karo dan daerahnya. Tentu yang paling berimbas besar ialah kalau dimulai oleh pejabat, dan bagi pejabat memang sudah seharusnya jadi keharusan yang memaksa, tak ada jalan lain. Kalau tak dianggap memaksa, sama lagi dengan membiarkan atau meneruskan pikiran/politik ‘pembiaran berkepanjangan’.

    Mari mulai sekarang bersama-sama mengakhiri apa saja yang tak baik dalam ‘pembiaran berkepanjangn’ yang merugikan Karo daerahnya dan juga nation Indonesia ini.

    MUG

Leave a Reply