Terbentuk Satgas Anti Narkoba SMP GBKP

1
202

 

Bernard Pangaribuan 3anti narkobaB. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. FGD (Focus Group Discussion) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karo yang berlangsung di SMP Swasta GBKP Kabanjahe berjalan lancar dan sukses. Kegiatan ini ditandai dengan penyampaian orasi peserta atas tekad bulat menjadi elemen anti Narkoba bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan tempat tinggal dan sekolah serta Tanah Karo Simalem.

Penyampaian tekad disaksikan para guru dan kepala sekolah SMP Swasta GBKP Simpang Enem Kabanjahe dengan membentuk Satuan Tugas Anti Narkoba di lingkungan sekolah. Semuanya datang dan tumbuh dari kerelaan para peserta. Keseluruhan peserta adalah dari kalangan pelajar SMP (20 orang) yang didampingi oleh para guru pembina dan staf sekolah dalam rangka Pemberdayaan Lingkungan Sekolah Bebas Narkoba.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karo drs. Adlin Muchtar Tambunan melalui Kasih Rehabilitasi dr. Rosie E. Pinem kepada wartawan [Selasa 11/8] di kantornya Jl. Pahlawan 21 Kabanjahe.

Lanjut dokter muda penggiat anti Narkoba ini, pihaknya dari BNNK Karo terus menerus mengadakan penyuluhan dan sosialisasi serta dipadukan dengan diskusi maupun workshop kepada para peserta FGD ataupun P4GN. Ini dilakukan baik diminta secara resmi melalui isntitusi elemen masyarakat Karo maupun sesuai dengan program kerja yang telah digariskan dalam Tupoksi BNNK Karo Tahun 2015.

“Tujuan utama adalah mewujudkan Taneh Karo bebas Narkoba demi masa depan Bangsa Indonesia bebas pemakaian Narkoba secara illegal,” kata Tambunan.

SMP swasta GBKP Kabanjahe merupakan salah satu sasaran pelaksanaan diskusi FGD atas penerapan dampak bahaya Narkoba bagi kesehatan tubuh manusia yang normal. Ini telah dilaksanakan [Rabu 27/5] lalu dengan tim penyuluh Maria Mesranti Sitohang SKM dan Nurita Verawati Hutapea AMd serta mewujudkan kesehatan rohani diawali dari kesehatan jasmani yang prima.

“Dari beberapa elemen masyarakat ini dapat berkembang menjadi sebuah lingkaran besar memberangus peredaran narkoba secara ilegal,” ujar Rosie dengan semangat.

Pihaknya mengaku sangat gembira atas acara yang dihadiri oleh siswa SMP Swasta GBKP Kabanjahe.

“Mereka sangat antusias untuk membentuk komunitas anti narkoba di lingkungan sekolah, sebagai langkah awal proteksi dini bagi masyarakat khususnya di kalangan pelajar,” tambahnya.

Kegiatan  Focus Group Discussion (FGD)  mengambil pokok masalah cara bagaimana mengambil langkah bila ada teman atau kerabat yang menyalahgunakan Narkoba. FGD bertujuan untuk membentuk Satgas (Satuan Tugas) di sekolah yang akan menjadi perpanjangan tangan BNN dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

 

Langkah-langkah Pelaksanaan FGD

Peserta dibagi menjadi 2 kelompok kemudian diberi contoh kasus penyalahgunaan Narkoba di suatu sekolah. Kemudian, masing-masing kelompok mendiskusikan contoh kasus tersebut dan mencari jalan keluar untuk permasalahannya.

Hasil dari diskusi ini dituliskan di kertas Flift Chart dan dipresentasikan oleh ketua kelompok. Setelah selesai presentasi  dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Masing-masing anggota group  bisa menyampaikan pendapat dan menyanggah pendapat group lain pada fase interaktif.

1 COMMENT

  1. “Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengambil pokok masalah cara bagaimana mengambil langkah bila ada teman atau kerabat yang menyalahgunakan Narkoba. ”

    Partisipasi murid, guru, orang tua dalam menangani kasus narkoba ini adalah langkah penting atau mungkin itulah solusi terbaik seluruh dunia, yaitu partisipasi sebanyak mungkin manusia di lapangan.

    MUG

Leave a Reply