70 Tahun Merdeka, Jalan-jalan di Deliserdang Rusak Parah

1
125
jalan rusak 2
Salah satu kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Biru-biru menuju Sibolangit kondisinya cukup parah. (Foto: Imanuel Sitepu)

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELISERDANG. Meski Indonesia bakal merayakan Kemerdekaan ke 70, namun masyarakat yang bermukim di Kabupaten Deliserdang tampaknya belum mengerti arti merdeka seutuhnya. Hingga saat ini, warga masih mengalami kesengsaraan lantaran hampir seluruh ruas jalan, baik yang menghubungkan antar kecamatan dan desa, mengalami kerusakan parah.

Seperti yang terlihat pada ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Delitua dengan Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Pancurbatu menuju Kutalimbaru, Kecamatan Pancurbatu menuju Delitua. Demikian juga dengan kondisi badan jalan yang menghubungkan Kecamatan STM Hulu menju Bangun Purba dan Kecamatan STM Hilir menuju Tanjung Morawa. Tampak, kondisi jalan sudah memprihatinkan.
Begitu juga halnya yang terlihat pada ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Biru-biru dengan Kecamatan Sibolangit.

Pengamatan Sora Sirulo [Jumat 14/8], terlihat media jalan seperti di Desa Periaria, Desa Penen, dan Desa Mardingding Jahe, diperkirakan sejauh 25 kilometer juga sudah mengalami rusak parah dan dipenuhi lobang sehingga tidak layak lagi dilintasi kenderaan.

“Lihatlah, kerusakan jalan ini sudah cukup parah. Kalau pun bisa dilintasi, harus ekstra hati-hati. Padahal, bangsa kita sudah 70 tahun merdeka. Tapi masyarakat d isini belum merasakan Kemerdekaan. Kalau tidak bisa diaspal, setidaknya direhab dengan tambal sulam,” kata Jul Tarigan (45) salah satu warga setempat.

Ungkapan sama juga dilontarkan Fendi (48) pengendara kereta. Namun, Fendi malah menuding kalau Bupati Ashari Tambunan dan anggota DPRD Deliserdang telah membohongi rakyat karena hanya memanfaatkan kekayaan alam kabupaten Deliserdang untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka.

“Terlebih lagi anggota DPRD Deliserdang yang dikatakan wakil rakyat. Keberadaan mereka tidak lagi menyuarakan suara rakyat. Mereka hanya makan gaji buta. Kami menyesal pilih anggota Dewan yang hanya memikirkan kepentingan pribadi. Saat kampanye, mereka berjanji akan memperjuangkan aspirasi jika terpilih. Tapi kenyataannya setelah duduk sebagai Dewan, bukan memperjuangkan kepentingan rakyat,” bebernya.

1 COMMENT

  1. “Terlebih lagi anggota DPRD Deliserdang yang dikatakan wakil rakyat. Keberadaan mereka tidak lagi menyuarakan suara rakyat. Mereka hanya makan gaji buta. Kami menyesal pilih anggota Dewan yang hanya memikirkan kepentingan pribadi. Saat kampanye, mereka berjanji akan memperjuangkan aspirasi jika terpilih. Tapi kenyataannya setelah duduk sebagai Dewan, bukan memperjuangkan kepentingan rakyat,”

    Kapoklah rakyat Karo dikuasai oleh pendatang selama 70 th merdeka. Bangkitlah Karo.
    Jika hanya diam tak akan ada perubahan.

    MUG

Leave a Reply