Kolom M.U. Ginting: LAGI TENTANG CONFIDENCE

0
152

M.U. Ginting 2ahok 4Ahok: “Saya butuh orang yang taat aturan dan tegas, bukan cuma baik.” Taat aturan dan tegas, adalah sifat dan karakter orang China pada umumnya dalam menjalankan bisnis, atau juga dalam menjalankah kehidupan sehari-hari. Bukan cuma baik, kata Ahok. ‘Baik’ dalam pengertian orang China-bisnis ialah jalankan semua kerjaan apa yang harus dijalankan tiap harinya, tiap jamnya, terus menerus begitu sampai ajal tiba.

Ini sepertinya di luar kesedaran atau di bawah sadar. Sifat dan karakter inilah yang bikin China akan mencapai nomor 1 di dunia dalam segala soal.

Soal ini tadinya masih terkungkung pada era komunisme ‘sejati’ itu sebelum pembebasan daya kreasi yang diijinkan oleh sistem kapitalisme baru China. Pembebasan sifat dan karakter asli China inilah atau emansipasi pikiran inilah yang telah mengangkat China ke tingkat sekarang ini, dan akan terus meningkat tak ada batas. Sekiranya Jakarta berpenduduk orang China atau setidaknya berada di bawah dominasi orang China, pastilah lain ceritanya, Ahok pasti cocok dan berhasil, setidaknya Jakarta sudah akan berkembang seperti Singapor.

Apakah Jakarta tidak akan pernah berkembang dan maju di bawah pimpinan Ahok?

Jakarta sudah dipimpin oleh macam-macam orang bukan China artinya pribumi, asli Jakarta atau orang Indonesia lainnya tetapi bukan China. Problemnya semua sama. Walaupun bisa dikatakan tak pernah juga ada yang lebih bisa memajukan Jakarta di era sebelum Ahok. Banyak sudah perbaikan termasuk ketika Jokowi masih di situ. Waduk Pluit dan banyak lainnya yang selama kolonial dan kemerdekaan belum dapat perbaikan, sekarang sudah bagus.

Pemimpin Jakarta sebelumnya juga menghadapi problem sama, hanya saja seperti pada umumnya tak banyak meributkan, orang ‘baik’ saja semua, yang penting dapat nama dan duit lumayan, itu saja yang utama. Bagi Ahok bukan itu yang utama tetapi utama ialah, kerja dan membangun Jakarta, kerja seperti orang China itu, tiap hari tiap jam sampai ajal tiba.

ahok 5

Tetapi kultur multikulti Jakarta jadi penghalang berat bagi Ahok. Dia tak mungkin juga mengedepankan Kearifan Lokal karena multikulti tadi. Kearifan siapa? Semua punya kearifan masing-masing. Di China tak perlu ngomong soal ini, atau begitu juga di bisnis-binis orang China di Indonesia, semua beres tanpa banyak ngomong, karena kekuatan kultural China jalan otomatis, di bawah sadar tadi.

Lain di Karo, ada kearifan lokal Karo tetapi diam saja kayak orang China tak jalan juga. Harus ngomong untuk membebaskan dan meningkatkan kwalitas kekuatan kultur tadi, kekuatan identitasnya, kekuatan confidencenya, supaya bisa sesuai dengan perubahan sekarang, baru bisa jalan menirukan dan mengikuti keuatan kultur China itu.

ahok 6
Penampilan perdana Sanggar Seni Sirulo di Kesain Neumann, Medan (12 Juni 2010)

 

 

Kekuatan kultur Karo juga luar biasa, keperkasaan Haru di bawah tantangan banyak kekuatan luar, kekuatan Kultur Karo dalam menentang penjajahan sangat luar biasa, dan kekuatannya mempertahankan survival dalam era Soeharto dan persekongkolanya  dengan suku-suku lain menindas Karo, dalam ethnic competition sampai dibatakkan oleh Soeharto dan orang lain dalam rangka menghilangkan identitasnya yang sudah terbukti sangat kuat luar biasa sejak dulu itu, dan disingkirkan dari kekuasaan sejak Orba sampai sekarang di Sumut. Tetapi Karo tetap utuh dan semakin kuat dalam semua pertarungan dan tantangan itu.

Tak ada suku bangsa yang begitu keras usahanya mempertahankan dan memajukan kultur dan sukunya dan daerah ulayatnya seperti suku Karo walaupun di bawah tekanan macam-macam. Pastilah ini tak terpisahkan dari kenyataan bahwa Karo adalah suku bangsa tertua budaya dan filsafat hidupnya dan juga dialektikanya, dari hasil penemuan fosil dan barang anyaman di Gayo 2010-201. Karo/ Gayo dan budayanya adalah tertua di Sumatra, 7.400 tahun.

Karena itu, belainan halnya dengan Jakarta Ahok, kekuatan Kearifan Lokal di Karo dengan confidence dan identitas yang kuat, pasti akan bisa menghasilkan keluarbiasaan yang di luar dugaan. Rakyat Karo bisa bebaskan dan sinergikan kekuatan luar biasa ini, kekuatan yang masih tersembunyi dalam kulturnya, kekuatan luar biasa ketika Haru maupun ketika menentang kekuasaan penjajahan yang kekuatan persenjataannya jauh melebihi kekuatan persenjataan Karo. Tetapi modal pikiran dan kultur tadi yang tak bisa dikalahkan oleh siapapun dan apapun. Bupati harus bekerja keras bersama rakyat Karo untuk merealisasikan ini semua, bukan cari nama atau duit.

Mari jalankan.



Leave a Reply