Budaya Karo Meriahkan HUT RI di TMII Ancol

1
299

Jhuster Melialatmii 3JHUSTER MELIALA. JAKARTA. HUT Kemerdekaan RI yang ke 70 berlangsung sangat meriah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya pada Anjungan Sumatera Utara [Senin 17 Agustus: 10:00 – 19:30 Wib]. Acara diawali dengan lagu-lagu Karo yang dinyanyikan oleh panitia, dilanjutkan perkenalan panitia kepada hadirin dan aksi penggalangan dana untuk bencana erupsi Gunung Sinabung.

Di saat perkenalan  panitia dan aron, ada hal yang menarik yang membuat acara tambah meriah. Usai perkolong-kolong (Tobat Sebayang) menyanyikan lagu Taneh Karo Simalem, dibuat acara menari bersama dengan penggunjung. Panitia dan aron yang hadir mengajak semua hadiran menari bersama. Hadirin menyambutnya dnegan antusias.

tmii 4

 

Baru setelah menari bersama itu selesai, panitia membuat acara pengalangan dana. Panitia menempatkan sepasang model berpakaian pengantin Karo (pulu ras nande aron) secara bergantian di Anjungan Rumah Adat Karo untuk meminta sumbangan sukarela kepada pengunjung rumah adat tradisional yang besar itu. Mereka berdiri di pintu masuk sambil menyediakan keranjang anyaman tradisional Karo (raga dayang) sebagai tempat memberikan sumbangan.

 

Pantauan Sora Sirulo, penggunjung dari berbagai suku bangsa tidak henti-hentinya berfotoria dengan muda mudi Karo (aron) yang berpakaian tradisional di Anjungan Sumatera Utara. Beberapa pengunjung dari suku Karo mengatakan harapannya agar penampilan model berpakaian tradisional Karo diteruskan setiap harinya di tempat ini karena terlihat memang sangat menarik perhatian semua pengunjung.

tmii 5

 

Artis-artis pengisi acara Perayaan HUT Kemerdekaan RI di TMII ini adalah Tobat Sebayang, Seniwati br Ginting, Rahel Yunita br Sinulngga, Kilo Bangun serta Sony Sinulingga dan Rabun Candra Sebayang sebagai pemain kibod. Terlibat juga secara aktif Sangar Tari Partitur dan panitia sendiri. Tamu yang hadir adalah dari HMKI, para fungsionaris KERABAT, ANARA, HIMAKA, HIMKA, OMK, para pedagang Karo yang berjualan di Pasar Induk, para pedagang Karo yang berjualan di Pasar Senin, Permata GBKP Sitelusada, Cahaya Purba, Pt. Julianus Liembeng, Pt. Em NJ Sembiring, Persadaan anak Kacinambun yang berada di Jakarta, Persadaan anak Surbakti yang ada di Jakarta, dan Karang Taruna Bunuraya.

Acara demi acara berlangsung meriah dan menarik. Hampir semua yang hadir larut dalam acara. Di akhir acara semua panitia menari di atas pentas untuk nangtangkan singalah-galah.

 

tmii 1

 

Panitia acara HUT Kemerdekaan RI Yang ke 70 (Pesta Budaya Karo dan Aksi Pengalangan Dana Untuk Sinabun(g) mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada masyarakat yang hadir pada acara tersebut, terkhusus kepada para artis Pengisi Acara, tamu undangan dan kepada semua donator yang telah membantu membuat acara berlangsung sukses.

1 COMMENT

  1. Menari bersama dan kumpulkan dana Sinabung. Acara yang sangat menggembirakan bagi pengunjung dan juga memperkenalkan tradisi/budaya suku Karo yang sekarang sudah lebih dikenal dengan nama Karo bukan Batak Karo. Itulah berkat kegiatan tak letih-letihnya kaum muda Karo, artis-artis dan semua penggerak kultur budaya Karo.
    Pakaian Karo yang warna merah spesifik itu dan tudung wanita yang begitu indah, sangat bikin senang hati dan . . . dan wanita-wanita karo kelihatan lebih cantik dalam pakaian adat dan tudung itu. Jelas bikin semua orang senang hehehe . . .

    Maju terus Karo, pemuda/wanitanya dalam memperkenalkan budaya Karo sebagai salah satu budaya/kultur negeri ini. Usaha memperkenalkan ddan mengenal budaya dan kultur satu suku bangsa akan merupakan usaha penting dan perkembangan penting bagi rakyat negeri ini, dalam rangka memanfaatkan keragaman (bhinneka tunggal ika) sebagai tenaga penggerak untuk maju bersama dalam membangun negeri kita, dimulai dari tiap daerah dengan kearifan lokal tiap suku bangsa.

    MUG

Leave a Reply