Kolom M.U. Ginting: BINCANG MERDEKA

1
141

M.U. Ginting 2merdeka 4BINCANG MERDEKA” yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia di Victoria pada hari 70 Tahun RI Merdeka bisa dijadikan tema penting dalam tingkat perkembangan sejarah negeri kita abad ini.

Mahasiswa dan generasi muda secara kreatif bisa menemukan tantangan konkret bangsa ini. Dengan kreasi dan penemuan baru pula akan menemukan cara baru yang bisa menggerakkan partisipasi publik atau ‘jutaan publik’ sehingga ide dalam Bincang Merdeka menjadi kenyataan. Inilah kekuatan riil yang bisa membikin gelombang besar perubahan serta akan merupakan gelombang kekuatan yang  tidak terkalahkan.

Bincang Merdeka mungkin akan menghasilkan perubahan dan perkembangan dalam era diskusi dan dialog Abad 21 karena sudah memenuhi syarat penting yaitu adanya/ berlakunya  atau diberlakukannya KETERBUKAAN dalam semua hal penting kemasyarakatan yang sedang dihadapi manusia dunia di abad ini.

Salah satu hal yang menarik dibicarakan ialah soal spionase (mata-mata). Ini sangat menarik sejak Perang Dunia I dan Perang Dunia II serta sangat tragis dalam era setengah abad perang dingin. Peran utama ketragisan mata-mata ini adalah penguasa utama dua kekuatan itu; Blok Barat yang dipimpin oleh USA dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet.

Di Indonesia, walaupun persoalan spionase tak begitu ‘menarik’, tetapi terpaksa ikut terlibat dalam dalam perang dingin ini. Dalam suasana perang dingin, peran Indonesia tak menarik karena hanya diikut-ikutkan oleh kekuasaan besar. Sekarang lebih tak menarik lagi setelah dua kekuasaan itu sangat drastis berkurang pengaruhnya.

Belakangan pemerintah Indonesia angkat seorang pensiunan militer jadi kepala mata-matanya. Bisa berbagai pertimbangan atau pendapat dari situ. Pemerintah Indonesia dalam diri Jokowi sebagai pencetus dan pembawa obor Revolusi Mental tentu tak menganggap soal mata-mata begitu penting seperti masa lalu.

Karena sekarang adalah era keterbukaan, soal kegelapan atau soal mata-mata tentu merupakan hal yang kontradiktif dengan perubahan dan perkembangan dunia. Karena itu, tak soal bila orang yang sudah pensiunanpun bisa menjabat pimpinan mata-mata. Di samping itu, dari kepentingan praktis, politik Jokowi sangat mengurangi kontraversi di masyarakat.

Yang menentukan perubahan dan perkembangan dan kemajuan  negeri ini bukanlah apa yang digelapkan, tetapi apa yang diangkat ke permukaan dan ditaruh di atas meja di depan publik supaya menjadi pemikiran jutaan orang. Kebenaran dan keadilan yang diajukan dan diuji oleh jutaan orang, itulah kebenaran dan keadilan yang ilmiah.

merdeka 6
Tari dan musik tradisional Karo ditampilkan oleh Sanggar Seni Sirulo di pusat Kota Meda

 

Atinya, tak ada lagi argumentasi sebaliknya yang bisa bertahan. Persoalan di atas meja dan keterbukaan, itulah yang menentukan perkembangan. Ini tidak berlaku di abad lalu, tetapi di abad sekarang menjadi keharusan. Ini berlaku bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi semua negeri dan semua rakyat dunia.

Ketika Snowden muncul membongkar hasil spionase NSA, Obama secara ‘terpaksa’ bilang “I welcome the Debate”. Maksudnya, perdebatan mengenai NSA spying program bisa dimulai. Ada positifnya tentu ucapan Obama ini sehingga debat sangat ramai sampai sekarang di USA, pro kontra soal NSA spying.

Yang pro tentu pakai alasan biasa sejak era bahola mewakili pikiran lama Abad 20. Yang kontra adalah pemikiran baru pastilah lebih menarik a.l. Senator Rand Paul, a Kentucky Republican, said: “Phone records of law abiding citizens are none of the NSA’s business!” while Sen. Bernie Sanders, a Vermont Democrat, said “the NSA is out of control and operating in an unconstitutional manner.”

Debat semakin meriah memang, bahkan ada juga yang mengatakan kalau ucapan Obama yang bilang “I welcome the Debate”, dituduh atau dicap sebagai “The Real Lie of The Year” oleh Gene Healy, penulis buku The Cult of the Presidency.

Mengapa dia katakan begitu? Terutama karena Obama masih mengejar Snowden untuk diadili dan dihukum.

Tetapi debat jalan terus seluruh dunia dan oleh jutaan orang pula. Karena itu kebenaran ilmiah akan muncul, lambat atau cepat, disukai atau tidak oleh Obama dan pemerintahannya. Semua persoalan penting kemanusiaan Abad 21 diselesaikan oleh manusia itu sendiri. Untuk itu, harus semua ditaruh di atas meja, meja KETERBUKAAN, bukan di meja mata-mata.

1 COMMENT

Leave a Reply