Harga Kelapa Sawit Masih Mencekam Petani

0
202

bastantasawit 6BASTANTA P. SEMBIRING. JAMBI. Penurunan harga kelapa sawit yang terjadi belakangan ini tampaknya belum juga berhenti. Signal positif akan naiknya harga yang diharapkan petani belum juga muncul. Hal ini semakin membuat resah kalangan petani kelapa sawit, bahkan cukup berpengaruh ke sektor usaha lainnya.

Ditemui di toko miliknya di Jalan Lintas Timur Sumatera, beru Sembiring seorang pemilik sebuah toko ponsel di Simpang Rambutan (Jambi) mengaku toko miliknya yang biasanya ramai, kini sepi pengunjung. Setidaknya, terjadi penurunan penjualan 65% dari penjualan sebelum anjloknya harga kelapa sawit.

Hal senada juga diakui oleh boru Juntak seorang pemilik rumah makan mengaku, kedainya makin hari semakin sepi. Dia berujar, turunnya harga kelapa sawit turut mempengaruhi tingkat pengunjung ke warung nasinya yang sebagian besar merupakan buruh harian di kebun kelapa sawit milik warga setempat.

Pantauan Sora Sirulo hari ini [Sabtu 22/08] di Simpang Rambutan, rata-rata harga kelapa sawit untuk tingkat petani kini sudah pada level Rp 550/ Kg untuk jarak lahan 0 – 10 km dari Jalan Lintas Sumatra. Sedangkan untuk jarak lebih 10 kilometer dari Jalan Lintas Sumatra harga sudah menyentuh level Rp 350/ Kg, sehingga banyak petani kini tidak melakukan panen.

Keresahan ini tampaknya masih akan berlangsung lama. Mengingat kenaikan harga yang biasanya tidak secepat penurunannya. Diramalkan, keadaan ini baru akan stabil (pada level Rp 1000/ Kg) setidaknya membutuhkan waktu 3 – 4 bulan ke depan. Walaupun demikian halnya, petani tak hentinya berharap agar pihak pemerintah untuk segera melakukan kendali harga untuk melindungi kepentingan petani.

Sementara itu, sepanjang hari ini kegiatan ekonomi di Simpang Rambutan (Jambi) sedikit lengang diakibatkan pemadaman aliran listrik.

Hujan deras disertai angin yang terjadi malam sebelumnya mengakibatkan putusnya jaringan distribusi PLN untuk Simpang Rambutan di Suban, sekitar Km 165 Suban. Sehingga seluruh Simpang Rambutan tidak dialiri listri PLN sejak pagi, dan baru kembali hidup sekitar pukul 17.30 wib sore tadi.

Leave a Reply