Kolom M.U. Ginting: KERJA

0
197

M.U. Ginting 2Republik Indonesia telah menginjak usia 70 tahun. Seperti harapan rakyat pada umumnya di usia yang tidak lagi muda ini Indonesia seharusnya sudah mencapai kemapanan. Karena itulah pemerintah mencanangkan sebuah tema untuk memperingati tujuh dasawarsa kemerdekaan Indonesia yaitu “Ayo Kerja”.

 


[one_fourth]Ayo Kerja![/one_fourth]

Rakyat Indonesia selama perjuangan kemerdekaan bukan hanya kerja mati-matian tetapi juga mengorbankan jiwanya untuk kemerdekaan ini. Sudah 70 tahun lamanya kemerdekaan, pemerintahan negeri ini silih berganti hanya leha-leha saling cakar rebut kursi jabatan dan banyak berlomba siapa paling banyak mencoleng uang rakyat atau korupsi. Sekarang baru muncul tema ‘ayo kerja’.

kucing-cecakMegawati bikin KPK untuk melayani pencoleng-pencoleng kekayaan negara, dan terbentuklah barisan pembela pencoleng secara gelap dan secara terang-terangan pakai hukum dsb. melikwidasi KPK. Kita semua masih ingat PERANG CICAK yang sudah terjadi berulang-ulang dan terus sampai sekarang juga. Perang atau ‘konflik wewenang berbagai lembaga negara’ kata Megawai, presiden pendiri lembaga tersohor di dunia yaitu ‘lembaga cicak’ atau KPK. Konflik berbagai lembaga kata Mega, tetapi yang paling merusak hanya antara dua lembaga dalam perang cicak dan buaya, yaitu antara KPK dan kepolisian.

Berlainan dengan situasi Abad 20 dan pada permulaan Reformasi. Sekarang, jutaan rakyat ikut membela dan menceburkan diri ke barisan pembela kekayaan rakyat, membela lembaga cicak itu. Banyak taktik praktis dipakai oleh penentang lembaga cicak ini. Terakhir dengan ‘mengkriminalkan’ para cicak dan terpaksa dipecat dari lembaganya. Usaha yang patut disebutkan juga ialah memasukkan perwakilan lembaga lain ke lembaga cicak, seperti dari polisi dan jaksa. Karena sekarang perang atau ‘konflik antar lembaga’ (Megawati) maka memasukkan perwakian lembaga tertentu ke lembaga cicak sangat  tidak senonoh. Bagaimana jadinya konflik lembaga-lembaga itu? Tiap orang akan membela lembaganya bukan membela lembaga lain. Itulah logikanya.

Karena itu, lembaga cicak ini harus 100% cicak, bukan dari lembaga lain, terutama bukan dari lembaga polisi yang menjadi musuh utama cicak dalam perang cicak kontra buaya. Cicak perlu wewenang penuh dari pemerintah dan jutaan rakyat (publik), itulah yang utama dibutuhkan si cicak.

Kita akan bubarkan KPK atau lembaga cicak ini kalau korupsi sudah berhenti, kata Megawati. Syarat ini tentu terlalu berat bagi MK (masyarakat koruptor dan pencoleng uang rakyat). Karena itu Mega dan partainya harus tetap ‘siap tempur’ membela si kecil cicak. Jika 100 juta rakyat tiap hari di depan menghalangi serangan ke cicak ini, tak akan ada kekuatan yang bisa mengalahkan.

kerja 3
Pemusik Sanggar Seni Sirulo (Karo) menunggu aba-aba memulai pertunjukan.

“Ayo Kerja”, bagi jutaan rakyat ialah katakan apa yang harus dikatakan, belejeti semua kejahatan, pencolengan dan kemunafikan pejabat tak bertanggungjawab yang pada pokoknya tidak mengindahkan tema “Ayo Kerja”. Jika 100 juta rakyat ngomong dan beri pencerahan/ info kepada 100 juta lainnya, maka PERUBAHAN positif pasti terjadi ke pihak yang memenangkan nation Indonesia ini.

Inilah tema sesungguhnya yang pasti juga berarti menghargai pejuang-pejuang terdahulu yang sudah dengan suka rela tanpa pamrih mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan kita sekarang ini.

Ketika Ahok bilang bahwa curi uang rakyat boleh-boleh saja dan tak apa-apa kalau sesuai prosedur, Daud Sukanalu Sitepu (DSS) menambahkan di milis: “Kalau curi uang rakyat jika sesuai prosedur malah tak apa-apa, artinya yang mencuri tahu seluk beluk dan aturan untuk mencuri yang aman. Ini trend baru yang perlu diawasi KPK dan masyarakat.”

Betul sekali memang trend baru ini harus diawasi  oleh KPK dan juga seluruh rakyat. Jutaan rakyat harus aktif ikut mengawasi trend baru ini.

Dalam soal “Ayo Kerja” Joni Hendra Tarigan (JHT) di milis bilang;

“Sesungguhnya kita ini sudah merdeka, merdeka untuk bersuah payah sampai ke tujuan yaitu, kemanusiaan yang adil dan beradab. Tidak ada hal baik diperoleh degan tidur dan bermimpi sepanjang hari. Bangun dan lakukanlah kebaikan.”

Kalimat JHT ini sangat mendorong dan membuka semangat dan kegairahan serta keyakinan kita untuk berjuang dan bekerja terus demi nation Indonesia yang tercinta ini.

Leave a Reply