7 Paslon Bupati Karo

1
150

Oleh: Paulus Jepe Ginting (Jakarta)

 

paslon 2
Ilustrasi: DARUL KAMAL LINGGA GAYO (Tigabinanga, Dataran tinggi Karo)

Paulus Jepe Ginting7 Paslon (Pasangan Calon) Bupati Kabupaten Karo telah disyahkan oleh KPUD Kabupaten Karo.

Ketujuh Paslon tersebut adalah: 1. Bangkit Sitepu—Simon Sembiring, 2. Cuaca Bangun—David Ginting, 3. Heben Heser Ginting—Ngadep Tarigan, 4. Ramon Bangun—Edi Ulina Ginting, 5. Layari Sinukaban—Rehmalem Tarigan, 6. Terkelin Brahmana—Cory Sebayang, 7. Sudarto Sitepu—Herman Purba.

Tugas kita sebagai penggiat demokrasi, perubahan Karo lebih baik, bersama-sama melakukan pencerahan dan mengajak masyarakat pemilih untuk menetapkan pilihan tidak berdasarkan transaksi uang politik. Memberikan informasi tentang bahaya dihadapi di depan bila menerima uang politik.

Semoga saja terpilih pasangan calon yang membawa perubahan Karo ke arah lebih baik. Katakan No Money Politic.

1 COMMENT

  1. “Tugas kita sebagai penggiat demokrasi, perubahan Karo lebih baik, bersama-sama melakukan pencerahan dan mengajak masyarakat pemilih untuk menetapkan pilihan tidak berdasarkan transaksi uang politik.” (PJG)

    Bagus sekali penjelasan dan pernyataan PJG . Hilangkan politik uang dalam pilkada. Sudah sering memang terjadi dan sampai sekarang masih terjadi, untuk mengembalikan uang politik itu, pemenang harus korupsi sebanyak mungkin, dan sering belum semua kembali uangnya, sudah harus masuk hotel gratisan. Dia dirugikan dan yang paling banyak dirugikan tentu rakyat pemilih itu karena nasibnya tak pernah berubah, gitu-gitu saja setelah pemilihan dan sejak era kolonial, pemimpinnya begitu-begitu saja. Kapan ada perubahan?

    KPK telah bagus menjalankan tugasnya sebagai ‘sahabat baik’ para koruptor. Banyak yang masuk hotel sebelum kembali semua uang politiknya yang tadinya dipakai untuk memenangkan dirinya jadi kepala daerah.

    Keberhasilan KPK terlihat juga dari adanya7 daerah dimana tak ada yang mau maju dalam pilkada. Siapa yang mau, kalau uangnya saja belum terkumpul sudah masuk bui. Jadinya lebih memilih tak ikut pilkada saja.

    Satu waktu dimasa depan tak perlu lagi mengeluarkan duit untuk calonkan diri. Cukup dengan memakai media sosial koran besar dunia abad ini, dengan pendapat ribuan atau ratusan ribu orang atau jutaan orang untuk menguji pemimpin yang ‘tak berduit’ ini apakah layak atau tidak jadi pemimpin daerah. Yang tak layak disitu juga bisa terlihat, begitu juga yang layak, karena diuji oleh jutaan orang dengan pengetahuannya dan pencerahannya yang beraneka warna dan kualitasnya juga beragam, atau seperti kata PJG dengan kalimat “bersama-sama melakukan pencerahan”.

    Inilah kekuatan riil yang akan mengubah dunia dan Karo.

    MUG

Leave a Reply