Menikah Tak Restu Orangtua Dipolisikan

0
107

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun Barukawin lariIMANUEL SITEPU. DELITUA. Bermodalkan saling mencintai saja ternyata tidak cukup membawa kekasih ke kursi pelaminan. Dalam mengayuh bahtera rumah tangga, rupanya harus juga mendapat restu dari orangtua mempelai perempuan. Jika tidak, urusanya bisa jadi rumit.


Seperti dialami Feri (26) warga Jl. Kesehatan (Delitua) ini. Gara-gara nekat menikahi kekasihnya Ok (20) warga Kelurahan Delitua Timur (Kecamatan Delitua), pemuda kelahiran Aceh pada tahun 1989 ini terpaksa berurusan dengan Polsek Delitua. Pasalnya, orangtua, Ok melaporkan Feri ke Polisi dengan tuduhan membawa lari anak di bawah umur.

Ceritanya, antara Feri dan Ok telah menjalin hubungan asmara beberapa tahun meski sempat berulang kali putus sambung. Hal tersebut ditengarai karena kedua orangtua Ok yang merupakan Suku Batak kurang menyukai anak gadisnya menjalin hubungan dengan Feri seorang pemuda asal Aceh.

Orangtua Ok makin  melarang anaknya berhubungan dengan Feri karena melihat sifat Feri yang suka naik darah dan ringan tangan. Hal tersebut terbukti pada saat keduanya masih menjaling hubungan cinta monyet. Ok kerap mendapat siksaan dari Feri. Bahkan, dalam beberapa bulan saja, Ok terpaksa 2 kali meminta kepada ibunya untuk ganti Hape karena mengalami kerusakakan akibat dibanting oleh Feri.

Meski tidak mendapat restu dari calon mertua, bagi Feri itu bukan sebuah hambatan untuk meminang Ok pujaan hatinya. Feri pun mengajak Ok bertemu di depan salah satu grey Indomaret yang terletak di Jalan Besar Delitua [Kamis 20/8: sekira 20.00 wib]. Begitu bertemu, Feri lalu membujuk Ok agar mau diajak pergi jalan-jalan.

Awalnya, Ok menolak ajakan Feri dengan alasan takut dimarahi orangtuanya. Ditolak sang pujaan hati, membuat Feri kembali naik darah. Feri kemudian mencengkram erat tangan kiri Ok sambil melontarkan kata amarah agar Ok menuruti permintaanya.


[one_fourth]Feri menebar ancaman[/one_fourth]

Karena terus dipaksa, Ok akirnya menurut saja. Ironisnya, malam itu Ok bukannya dibawa jalan-jalan berkeliling Kota Medan, tetapi menuju Aceh, kampung kelahiran Feri. Sesampinya di tengah jalan, Ok yang sedari tadi penasaran kemana dia akan dibawa, mencoba bertanya. Karena terus didesak, Feri kemudian menebar ancaman akan menurunkan Ok di tengah jalan bila terlalu banyak mengumbar pertanyaan. Esoknya [Jumat 21/8], sesampainya di Aceh, Feri langsung membawa Ok ke tuan kadi. Di sana, Ok dipaksa agar mau menikah.

Di lain sisi, orangtua Ok yang menyadari putrinya satu malam tidak pulang ke rumah, tentu saja menjadi cemas dan panik. Mereka pun mencoba mencari keberadaan Ok ke tempat sanak keluarga dan menanyai teman Ok biasa bermain. Namun, usaha itu hanya sia-sia. Khawatir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada putrinya, kedua orangtua Ok memilih membuat laporan ke Polsek Delitua.
Mendapat laporan dari keluarga Ok, Polsek Delitua langsung melakukan penyelidikan. Feri langsung diamankan ke Polsek Delitua begitu mengetahui tersangka telah pulang dari Aceh [Jumat 21/8: Malam].

Kapolsek Delitua AKP Daniel Marunduri Sik melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH ketika dikomfirmasi membenarkan telah mengamankan tersangka.

“Sudah diamankan. Kasusnya masih kita dalami,” katanya.

Leave a Reply