Karo Festival 2015 Meriah Kemarin Semakin Meriah Lagi Hari Ini

3
172
karo festival 5
Panggung yang didekor dengan gaya arsitektur tradisional Karo mengingatkan pernah berdirinya di Lapangan Merdeka Medan sebuah bangunan tradisional Karo di awal-awal Kemerdekaan RI. Bangunan Karo yang ditemukan pada tahun 1948 di Lapangan Merdeka adalah Jambur Lige yang mirip Kantor Pengadilan Karo di masa kolonial di Pancurbatu. Adapun Kantor Pengadilan ini meniru bangunan Jambur Lige yang pernah ada di Barusjahe di masa Pre Kolonial, tempat Sibayak Raja Berempat Karo bersidang.

 

karo festival 7
Wisatawan asal Korea turut menikmati pertunjukan kesenian tradisional Karo di atas panggung.

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Serangkaian acara telah digelar dalam acara pembukaan Karo Festival 2015 di Lapangan Merdeka (Medan) kemarin [Kamis 27/8]. Diawali dengan Tari Pengalo-ngalo dimana semua panitia dan para aron menari bersama di tengah-tengah Lapangan Merdeka. Sesi acara Tari Pengalo-ngalo ini banyak mengundang perhatian dari media massa, baik media cetak, elektronik, dan media online.

Selanjutnya Ketua Panitia, Setia Pandia menyampaikan kata sambutan bahwa pegelaran Karo Festival 2015 resmi dibuka.

Acara lain yang turut digelar setelah Karo Festival 2015 resmi dibuka oleh Ketua Panitia,  diantaranya adalah pegelaran Tari Lima Serangkai, Tari Gundala-gundala, penampilan artis-artis Karo seperti Maharani Tarigan, Averiana Barus, Elias Purba, Amsal Sitepu, Anta Prima Ginting, dan Tio Fanta Pinem.

Pada hari pertama Karo Festival 2015 ini juga turut menghadirkan pagelaran Tari Ndikkar, dimana penarinya khusus didatangkan dari Desa Budaya Lingga. Selebihnya ada juga penampilan dari Sanggar Seni Simalem Art. Sementara dari sisi musik diiringi oleh musisi muda berbakat Karo seperti Alex Ginting (keyboard), Yoel Yanto Tarigan (keyboard), dan Jhon Tarigan (kulcapi).

karo festival 8
Foto: PERSIRA GINTING

Tidak lupa pada acara pembukaan Karo Festival ini turut diketengahkan tari Guro-guro Aron yang dibawakan oleh Aron dari Lingga, Aron dari Kampunglalang, Aron dari Padangbulan, juga Aron dari Deliserdang.

Pembukaan acara Karo Festival 2015 dikunjungi kurang lebih 2500 pengunjung yang didominasi oleh kaula muda. Adapun para pengunjung Karo Festival di hari pertama ini bukan hanya dihadiri oleh kaula muda dari Suku Karo, tetapi juga tampak ada beberapa diantaranya berasal dari kalangan kaula muda etnis lain di Kota Medan.

Pegelaran Karo Festival 2015 masih akan terus berlanjut hingga tanggal 29 Agustus 2015 besok. Kegiatan ini dibuka setiap harinya selama 3 hari berturut-turut, yakni mulai Pukul 15.00 – 24.00 WIB.

Untuk hari ini [Jumat 28/8], beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan pada Festival Karo 2015, diantaranya Pertunjukan Catur Karo, Tari 5 Serangkai, Penampilan Artis Lokal, Perkolong-kolong, Pertunjukan Tari Roti Manis, dan tari-tarian Karo lainnya yang kesemuanya tidak akan jauh berbeda dengan pada hari pembukaan.

Puncak pagelaran Karo Festival 2015 dipastikan berlangsung besok [Sabtu 19/8] yang berbarengan dengan Pelantikan Pengurus Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumut. Pada acara puncak ini juga turut menghadirkan berbagai pegelaran seni dan budaya Karo, sekaligus menampilkan artis nasional Aura Kasih dan Trio Kucing.


3 COMMENTS

  1. “Salut buat bung Ruben Tarigan, SE pemimpin muda Karo yang baru mengemban amanah di DPRD Sumut langsung membuat gebrakan bersama kawula muda Karo yang ada di Sumut sehingga ada acara akbar di Lapangan Merdeka yang sudah lama kita nantikan. Kita tunggu gebrakan beliau selanjutnya.” (Gunawan, Sora Sirulo 28-08-2015)

    Ini adalah sebuah contoh feedback yang memberikan inspirasi dan mendorong semangat bagi seseorang yang telah berbuat sesuatu yang baik dan terpuji dalam hal ini bagi Karo dan kulturnya sebagai salah satu etnis/kultur dari Bhinneka Tunggal Ikha Indonesia.
    Dalam kalimat itu juga tersirat semacam feedforward artinya kemungkinan besar bagi RT (Ruben Tarigan) dimasa depan meneruskan ide dan gebrakannya dalam perkembangan Karo dan kultur Karo.

    Disini saya ingin bicarakan soal feedback saja.

    Feedback adalah alat yang sangat efektif untuk mengembangkan relasi (saling hubungan) antara individu, bagi yang saling mengenal atau tak saling mengenal (internet) tetapi sangat besar efeknya bagi penerima feedback itu. Karena itu feedback juga sebagai alat untuk mendorong saling berubah dan berkembang karena saling belajar dan saling menambah pengetahuan dan terpenting saling menambah semangat untuk tujuan yang sama.

    Feedback adalah masalah diskurs modern abad 21, adalah sebagai alat penting dalam memperbaiki dan mengembangkan prestasi seseorang. Bagi kita orang Karo tentu feedback dalam konteks sesama Karo dalam tujuan utama sebagai orang Karo yaitu ‘karo enda ndai’ atau biasa juga kita sebut dalam gerakan KBB dengan istilah ‘kinikaron’.

    Orang Karo punya cita-cita dan tujuan yang sama, karena itu feedback sebagai alat perkembangan individu harus dimanfaatkan dan terus dikembangkan dan diperdalam dalam hubungan dengan kinikaron tadi.

    Salah satu soal penting dalam mengembangkan feedback bagi orang Karo ialah pengertian dan penanggapan atas feedback dan sikap Karo membudayakan feedback sebagai orang introvert.

    Pastilah kita biasa melihat bagaimana entusiasme feedback dikalangan orang-orang extrovert di internet, dan bagaimana dikalangan introversi Karo. Lihat misalnya di Sora Sirulo atau dimilis Karo, feedback itu sangat jarang atau sering mencapai nol, walaupun pembacanya lumayan jumlahnya.

    Apakah orang Karo tidak butuh feedback?
    Bisa ditanyakan kepada RT di SS bagaimana reaksi dan tanggapan dalam hatinya kalau membaca feedback dari Gunawan itu. Dan juga bisa kita tanya kepada diri kita masing-masing apakah kita suka atau tidak suka feedback.

    Orang Karo sebagai introvert sangat senang menerima feedback (positif) tetapi tak senang bikin feedback. Inilah yang harus kita ubah sekarang juga! Karena feedback adalah ALAT YANG AMPUH untuk bikin perubahan dan perkembangan. Bagi perkembangan individu dan Karo dan nation Indonesia.

    Sambil belajar sesama kita mari kita coba diskusikan soal penting ini (feedback).

    MUG

  2. Tak bisa dibantah bahwa Karo sudah tampil kembali di Medan, kota yang dibangun sendiri oleh orang Karo Patimpus 425 lalu. Sejarah jalannya betul dan adil, Karo kembali terlihat, seperti tersebut dalam kerajaan besar Haru, perang Sunggal, perang terlama melawan kolonial dan perang kemerdekaan yang dapat penghargaan tinggi dari wk presiden Hatta. Karo adalah suku yang punya sivilisasi tertua di Sumatra, filsafat hidup dan penemu dialektika pertama didunia yaitu Panta Rei Karo ‘aras jadi namo, namo jadi aras’ dan dalam pikiran yaitu thesis-antitesi-syntesis Karo ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’.
    Festival ini dan pemberitaan fetival ini secara global sangat memberikan semangat dalam kelanjutan perjuangan gigih orang Karo demi kemerdekaan, keadilan dan kebenaran, kejujuran dan keikhlasan termasuk dalam semangat kegotong royongan yang sudah menjadi tradisi mulia dalam adat Karo.

    Selamat kepada HMKI
    Bujur AFM

    MUG

    • Salut buat bung Ruben Tarigan, SE pemimpin muda Karo yang baru mengemban amanah di DPRD Sumut langsung membuat gebrakan bersama kawula muda Karo yang ada di Sumut sehingga ada acara akbar di Lapangan Merdeka yang sudah lama kita nantikan. Kita tunggu gebrakan beliau selanjutnya.

Leave a Reply