Kolom Joni H. Tarigan: NAMPATI DAN NAMPETI

0
165
nampati
Teater Rakyat (Tera) SIRULO dalam Festival Teater Rakyat Sumatra Utara

joni hendra tariganPepatah Karo ini menurut saya sangat relevan terutama dalam dunia jurnalistik ataupun kita yang ingin terlibat dalam jurnalistik. Dalam membuat sebuah argumen, ide, ataupun segala hal yang berkaitan dengan yang akan dikonsumsi oleh publik (entah itu dengan membaca atau mendengar), maka motivasi utama sebaiknya adalah nampati (membantu). Ini artinya kebaikan universallah yang menjadi dasar kita berbagi informasi.

Dalam banyak hal, kita yang membuat suatu argumen, justru sebaliknya kita malah nampeti (menghancurkan) atau memperuncing suasana. Nampati menjadi nampeti. Ini tergantung dari motivasi awalnya memang nampeti atau karena kekurangmampuan mengolah informasi serta pengetahuan yang ngerasanya buanyak sekali padahal kulit pun belum tentu.

Kehati-hatian kita untuk memberikan argumen dan juga mengolah informasi adalah bagian dari sumbang sih menjaga perdamaian pribadi, lingkungan, negara dan bahkan dunia. Tidak ada kebaikan yang dilandasi atas motivasi nampeti, yang tejadi malah sontar (porak poranda).

Motivasi nampati (membantu) saja kalau tidak dicermati dengan baik bisa jadi nampeti (menghancurkan). Rumus baik untuk melakukan hal yang lebih baik adalah kritisi diri sendiri terlebih dahulu, baru kritis di luar diri kita.

Kita tidak akan pernah selalu benar, tetapi yang salah itu adalah mengulang kesalahan yang sama dan mengatakan orang lain salah dengan melakukan kesalahan yang kita sendiri juga lakukan.

Salam semangat dan perjuangan.

Leave a Reply