Menhum dan HAM Menyapa Ribuan Hadirin Karo Festival dalam Bahasa Karo

1
238

menteri 2

 

Oki 3OKI BANGUN. MEDAN. Tak ada yang mengira sebelumnya bila Menteri Hukum dan HAM Yasona Loaly yang asal Nias akan memberi sambutan dalam bahasa Karo yang fasih di Karo Festival 2015 yang berlangsung malam ini [Sabtu 29/8] di Lapangan Merdeka, Medan.

Adi lit kam si merga Ketaren, aku anak berundu perbahan si rumah beru Karo, mejuah-juah, kalimbubu,” katanya dalam bahasa Karo yang sangat fasih yang artinya kira-kira “bila ada diantara anda sekalian dari merga Ketaren, aku barisan Putri Ketaren terlebih dahulu mengucapkan mejuah-juah (sapaan Karo) karena istri saya adalah dari merga Karo-karo.”

Singkatnya, dia terlebih dahulu memberi hormat kepada semua yang merga Ketaren karena istrinya dari merga Ketaren.

Banyak orang di Medan yang mengetahui istri dari Menteri Hukum dan HAM ini adalah beru Ketaren karena keluarga ini juga tinggal di lingkungan Karo dekat Kampus USU, Medan, namun hampir tak ada yang menyangka dalam acara sebesar itu dan sebagai seorang menteri pula dia akan berbicara dalam bahasa Karo yang fasih pula.

Sambutan tepuk tangan riuh dari hadirin mendengar Menteri RI yang satu ini sangat fasih berbahasa Karo yang jelas berbeda sekali dengan bahasa Nias maupun Batak (Karo dan Batak adalah 2 bahasa berbeda dan tidak saling mengerti). Seluruh pengurus DPD HMKI (Himpunan Masyarakat Karo Indonesia) Sumut yang mendampingi Pak Menteri di pentas banyak yang tersenyum dan tertawa lepas. Mungkin banyak yang terkejut dan tidak menyangka beliau beristrikan beru ketaren dan fasih bertutur kata Karo dengan mehamat (sopan santun).

Selanjut Yasona Loaly mengapresiasi Karo Festival 2015 sebagai sebuah bentuk pembangunan manusia Indonesia.

“Semoga ditampung dalam APBD Pemkab Karo, Pemko Medan dan Pemprov Sumut,” katanya.

1 COMMENT

  1. Mejuah-juah man bandu pe senina menhum dan HAM enda.
    Banci ka nge ikataken man seninanta ‘siparibanen’ enda . . . maksudku kita si ni pupus beru Karo.

    MUG

Leave a Reply