Kolom M.U. Ginting: Kembang Kempis Ekonomi China

0
243

china 3M.U. Ginting 2Tesis-antitesis-syntesis Hegel atau seh ‘sura-sura tangkel sinanggel‘ (Karo) adalah gambaran proses perkembangan hal ihwal secara dialektis. Artinya proses perubahan yang disebabkan karena adanya perjuangan dari faktor-faktor atau segi-segi yang bertentangan dalam satu hal-ihwal.

Dalam ‘seh sura-sura tangkel sinanggel‘ (setelah harapan tercapai muncul permasalahan) sangat jelas pertentangan-pertentangan itu, atau hal-hal yang bertentangan.

Setelah seh sura-sura (harapan tercapai) pastilah akan muncul sinanggel (persoalan) baru dan seterusnya silih berganti. Persis begitulah yang terjadi dalam proses perkembangan China setelah ditinggalkan Mao Tse Tung pemimpin Komunis lama itu. Puncak budaya lama Marxis Mao di China adalah RBKP (Revolusi Besar Kebudayaan Proletar) dilancarkan pada masa kehidupan terakhir Mao.

[one_fourth]dalam gerakan 68[/one_fourth]

RBKP adalah gerakan massal terbesar dalam sejarah perkembangan kemanusiaan dan terjadi di China. Revolusi ini juga menjalar ke Eropah dalam gerakan 68, bahkan buku kecil kutipan Mao dan lencana Mao sangat populer di mana-mana juga ke luar China. Itulah ‘sura-sura‘ (harapan) sebagai puncaknya, Marxisme mencapai puncaknya di China. Ideologi Kapitalisme yang menjadi sasaran kritik RBKP ketika itu kalah total termasuk orang-orang yang dituduh sebagai pengikut Kapitalisme dalam PKT (Partai Komunis Tiongkok) dipenjarakan atau terbunuh.

Tetapi kemenangan puncak ini cepat digantikan oleh ‘sinanggel’. RBKP kemudian bubar. Lin Piao sebagai puncak pimpinannya terbunuh. Proses berikutnya ialah gerakan ‘Kapitalisme’ di China berangsur meningkat dengan kecepatan luar biasa, tak ada bandingannya, walaupun kapitalisme ini punya nuansa tersendiri karena masih di bawah kekuasaan rezim partai komunis sebagai kekuasaan tunggal negeri China.

Perkembangan Kapitalisme istimewa ini bukan main. Buktinya misalnya tak ada toko di dunia yang tak menjual barang produksi China. Pertumbuhan kapital/ ekonomi China jadi nomor 2 seluruh dunia dicapai hanya dalam beberapa dekade. Tak ada bandingannya.

Mengapa bisa terjadi begitu? Sangat menarik untuk dianalisa.

Di sini sya hanya ingin meneliti proses dialektika sura-sura dan sinanggel tadi atau tesis-antitesis-syntesis Hegel itu dalam proses kembang-kempis ekonomi China ini.

 

 

Leave a Reply