Mudahnya Obat Keras Didapat dan Bahayanya bagi Anak Muda

1
127

dr. Lahargo Kembaren SpKJ (psikiater)

Kepala SMF Psikiatri RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor

 

Lahargo Kembarenobat keras 2Baru-baru ini terungkap adanya apotek di beberapa wilayah yang menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter. Terungkap pula bahwa obat-obatan ini banyak dibeli dan dikonsumsi oleh anak muda. Beberapa obat yang dijual bebas tersebut antara lain adalah : Tramadol, Triheksifenidil (Trihex), dan Dextrometorphan (DMP). Obat-obatan tersebut sejatinya adalah obat-obatan keras yang harus dikontrol oleh seorang dokter dalam penggunaannya.

Saraf otak adalah target utama obat-obatan tersebut, Tramadol adalah obat sakit kepala yang bekerja di saraf otak, Triheksifenidil adalah obat anti parkinson yang juga bekerja di saraf otak, sedangkan dextrometorphan adalah obat batuk anti tusif yang juga bekerja di saraf otak.

Penggunaan obat ini harus hati hati karena apabila berlebihan atau dalam jangka waktu panjang akan mengakibatkan kerusakan pada saraf otak. Gangguan pada sikap, perilaku, emosi dan persepsi bisa terjadi pada penggunaan jangka panjang yang tidak terkontrol. Penggunanya bisa mengalami gangguan penilaian realitas, gangguan pada pola tidur, gangguan saluran pencernaan, gangguan memori, dan kesulitan dalam membuat keputusan.

Pengguna biasanya mencari efek menenangkan dari obat tersebut. Ketidaktahuan akan efek samping dari obat ini mengakibatkan penggunaannya yang marak di kalangan anak muda. Stres kehidupan yang cukup tinggi dan penyelesaian masalah secara instan sepertinya menjadi tren di kalangan anak muda sekarang. Jalan keluar secara singkat seperti itu membuat mental para anak muda menjadi lemah, mereka dengan mudah lari dari masalah meskipun masalah tersebut tidak terselesaikan.

obat keras 3

Pengaruh dari teman sebaya menjadi sangat vital dalam penggunaan obat-obatan penenang tersebut, remaja dan anak muda sangat mudah dipengaruhi oleh teman sebayanya ketika pada saat yang sama peran orang tua seolah olah hilang dalam kehidupannya.

Obat-obatan lain seperti golongan alprazolam pun saat ini marak sekali penjualannya di media sosial dan internet. Ini memudahkan akses anak muda dalam mendapatkan obat berbahaya ini. Ditambah lagi dengan kurangnya pengawasan dari pihak terkait seperti sekolah, kampus, orang tua dan pemerintah. Kemudahan anak muda dalam mendapatkan obat berbahaya ditambah dengan kurangnya pengawasan yang baik menjadikan Indonesia benar benar dalam keadaan darurat narkoba saat ini.

Semua pihak perlu menyikapi keadaan darurat ini dengan cepat dan tepat. Pengawasan   perlu ditingkatkan diiringi dengan penyuluhan yang terus menerus bagi anak muda di bangku sekolah dan kuliah tentang bahaya dari narkoba. Kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan olah raga, seni, dan keagamaan perlu semakin diperbanyak bagi anak muda. Jangan sampai generasi penerus kita menjadi generasi yang rusak karena narkoba, lawan dan hadapi!

Salam sehat jiwa.

Catatan:

Penulis juga adalah Guru KA-KR GBKP Bogor dan Diaken GBKP Runggun Bogor




1 COMMENT

  1. Pengawasan dan Penyuluhan kata dr ini perlu ditingkatkan, itulah memang kuncinya.
    Bagi kita semua yang lainnya bagaimana meningkatkan pengawasan dan penyuluhan itu, terutama dari pihak pemerintah/politikus, guru-guru dan orang tua.

    Kalau ini bisa dimasukkan kedalam program kearifan lokal, maka semua penduduk akan dilibatkan, dan pengaruhnya akan sangat besar pula. Jadi mengikutkan sebanyak mungkin berpartisipasi, kelihatannya itulah yang akan pasti mampu menyelesaiakan persoalan-persoalan masyarakat abad 21. Dan Partisipasi ini SUDAH MUNGKIN

    MUG

Leave a Reply