Posisi Timses, Relawan, dan Pendukung dari Paslon Bupati Karo (Amatan Medsos)

1
171

Oleh: Paulus Jepe Ginting (Jakarta)

 

simpel sinulingga
Pesilat Karo (pandikkar) dari Lingga (Dataran Tinggi Karo): SIMPEL SINULINGGA.

Paulus Jepe GintingDari berbagai sumber informasi sms, telpon dan posting di berbagai grup medsos, saya melakukan identifikasi terhadap pergerakan Timses, relawan, dan pendukung para Paslon Bupati Karo:

  1. Timses yang paling gencar melakukan sosialisasi dan penyampaian informasi lebih tepatnya kampanye Paslon adalah Ramon Bangun dan Sudarto Sitepu. Bahkan antara kedua Timses ini telah melakukan gesekan satu sama lain.
  2. Timses Paslon Heben Heser Ginting sesekali melakukan posting yang datar-datar saja, terkesan malu-malu dan secara komunikasi politik kurang punya greget dan kurang menarik.
  3. Timses Cuaca Bangun kelihatannya telah mengalami mati suri, tidak terdengar gaungnya lagi.
  4. Timses Layari Sinukaban, Bangkit Sitepu, Terkelin Brahmana tidak muncul sama sekali di grup medsos. Saya tidak bisa memperkirakan apakah ini sebuah taktik atau ketiadaan sumber daya pengelolaan informasi.

Dari gambaran di atas, apa sebetulnya makna yang dapat kita urai dari sudut pandang komunikasi politik dan psikologi politik?

  1. Dengan mengabaikan kekuatan politik uang yang bermain nantinya, dan situasi kondisi tetap berjalan seperti saat ini, maka kompetisi ini akan dominan dikuasai oleh Ramon Bangun, Sudarto Sitepu, dan Heben Heser Ginting.
    2. Cuaca Bangun yang awal-awal cukup dominan semakin hari semakin kehilangan dominasinya. Sungguh amat disayangkan.
  2. Bangkit Sitepu melalui gerakan sosialisasi spanduk, minus kehadiran di medsos juga mengalami proses surut dalam dominasinya.
  3. Layari Sinukaban, baik dunia nyata ataupun medsos sangat lemah dalam sosialisasi sehingga tidak pernah masuk dalam situasi dominan.
  4. Terkelin Brahmana sebagai incumbent masih bisa menggerakkan dominasinya melalui birokrasi struktural.

1 COMMENT

  1. Ini bagus ada gambaran dari PJG bagaimana ‘combatant’ paslon Karo ini mengexpresikan dirinya demi cita-cita jadi pemimpin Karo. Terlihat tendensi ‘menggembirakan dan mengerikan’ (sura-sura dan sinanggel) sekali gus. Semakin banyak para ‘combatant’ ini mengerti dan mendalami kepemimpinan yang dibutuhkan pada abad 21 ini, semakin ‘mengerikan’ mengikuti pertandingan ini.

    Tetapi sebaliknya bisa juga lebih menempa dan membajakan diri, dan lebih meyakini kebenaran yang dibawakannya. Inilah yang bakal menggembirakan termasuk bagi rakyat Karo yang akan dipimpinnya.

    Kontradiksi membikin perubahan termasuk dalam pikiran orang Karo. Proses tesis-antitesis-syntesis Karo ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’ berlaku disini juga.

    Tadinya sudah senang bisa ikut jadi paslon (sura-sura), berangsur muncul ‘kengerian’ (sinanggel), dan seterusnya akan muncul lagi keuatan baru asalkan tidak menyerah ditengah jalan.

    Maju terus bikin perubahan, bikin revolusi mental dalam kenyataan Karo.

    Pakailah siasat KETERBUKAAN. Hanya taktik ini yang akan menyelamatkan anda, dan akan membawa anda ke singgasana pemimpin Karo. Jangan pakai KEGELAPAN.

    Bagi rakyat Karo, pilihlah yang paling terang, yang paling terbuka.

    MUG

Leave a Reply