Kolom M.U. Ginting: PLINTAT PLINTUT LAGARDE

0
158
lagarde 3
Ilustrasi: DARUL KAMAL LINGGA GAYO (Tigabinanga, Dataran Tinggi Karo)

 

M.U. Ginting 2
M.U. GINTING (Göteböre, Sweden)

Dari segi ekonomi tak susah memastikan maksud kedatangan Christine Lagarde IMF ini. Kedatangan seorang rentenir selalu mau bungakan uang.

Dari segi keterampilan dia ada keberanian, tetapi kurang lihai sehingga dia harus plintat-plintut, atau seperti seorang anak kecil berbohong di depan orangtuanya. Atau bisa juga dia disuruh majikannya ke Indonesia karena dia pandai plintat-plintut. Siapa tahu bisa berhasil. Bankir rentenir ini juga pasti sudah mendengar rencana pembangunan infrastruktur pemerintah Indonesia, seperti oleh China, dsb.

Dari segi politiik tentu rakyat Indonesia sudah mengerti politik IMF. Sudah kapok, walaupun dari peristiwa ini terlihat jelas siapa yang masih berusaha membela kedatangan rentenir ini.

Dari segi perkembangan dunia, rentenir dan bankir dunia sudah berkurang korbannya, karena perubahan dan pergeseran politik dunia yang juga didasari oleh perubahan kesedaran manusia dunia. Jaman sudah berubah, kesedaran rakyat dunia sudah berubah banyak dan mendasar. Bankir-rentenir dunia mengerti perubahan ini. Tetapi mereka masih tetap rentenir.

Sekiranya Christine Lagarde datang ketika Orba, pastilah dia berhasil. Dan rakyat tak banyak cingcong. Sekarang rakyat tahu semua, dan sudah tidak mau lagi dibebani utang oleh rentenir. Bankir rentenir ini juga tahu kalau di Indonesia masih ada agen-agen mereka yang setia, hanya tak lagi berani terbuka. Tetapi, politik kegelapan sudah berubah jadi politik keterbukaan.

Lagarde coba plintat-plintut, tetapi itu juga dibuka orang dalam politik keterbukaan.

Leave a Reply