Diskusi Harga Kopi di Nangbelawan

0
203

rikwan sinulinggakopi 11RIKWAN SINULINGGA. SIMPANG EMPAT. AKTK (Asosiasi Kopi Taneh Karo) yang diketuai oleh Wilson Sembiring mulai aktif melakukan Sosialisasi Asosiasi Kopi Taneh Karo dari desa ke desa. Gerakan Sosialisasi AKTK Perdana di lakukan di Desa Nangbelawan (Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) [Kamis 3/9]. Pertemuan ini diadakan di Balai Desa Nangbelawan.

Sosialisasi di Nangbelawan dihadiri oleh Ketua AKTK Wilson Sembiring dan didampingi oleh salah satu pembina AKTK Mayor I Ketut Putrayasa SE STh, Bidang Organisasi (Pindonta Karo Sekali), Anggota Bidang Penggembangan Usaha Tani/ Koperasi (Perdianta Purba), dan Anggota Bid. Investasi dan Pemasaran (Rikwan Sinulingga).


[one_fourth]fluktuasi harga[/one_fourth]

Sosialisasi ini berlangsung cukup alot. Metode yang diterapkan oleh asosiasi kopi ini “ertutur ras sioraten” yang artinya saling mengenal dan saling berdiskusi. Pihak AKTK mencoba mendengar keluhan-keluhan para petani kopi selama ini. Permasalahan utama secara umum adalah perawatan, hama atau penyakit dan yang paling disuarakan oleh para petani kopi di Desa Nangbelawan ini adalah harga hasil panen kopi yang sangat fluktuatif. Ini terutama terjadi saat panen raya yang bersamaan di mana-mana sehingga hasil panen menumpuk. Pada saat itulah harga panen kopi bisa tiba-tiba anjlok.

Ketua AKTK Wilson R. Sembiring Meliala menjelaskan bahwa harga kopi dunia sampai saat ini masih tetap tinggi. Demikian juga permintaan pasar dunia semakin lama semakin tinggi. Namun, mengapa harga hasil panen kopi di Dataran Tinggi Karo ini berfluktuatif ? Jawabannya hanya satu, yaitu soal kualitas.

Kualitas kopi dari Dataran Tinggi Karo sebenarnya sangat tinggi dimana mutu atau kualitas kopi terbaik adalah kopi yang tumbuhnya di atas 1200 m dpl. Dataran Tinggi Karo memenuhi persyaratan itu. Tapi, yang perlu diubah oleh petani kopi Dataran Tinggi Karo adalah proses pasca panen.

Umumnya petani kopi Karo sudah melakukan sebagian besar proses dengan benar namun masih ada proses yang salah. Misalnya, pada tahap pengeringan, umumnya petani kopi Karo mengeringkan kopi tanduk (gabah) dengan menggelar terpal plastik di atas tanah secara langsung. Cara ini salah. Mengapa?

kopi 12

Kopi sifatnya menyerap bau yang ada di sekitarnya. Cntoh: Jika kopi tanduk (gabah) pada saat pengeringan dan tempat pengeringan di atas tumpukan/ bekas sampah atau kotoran ternak maka kopi tersebut akan menyerap aroma sampah atau aroma kotoran ternak. Aroma ini akan tercium pada hasil akhirnya bahkan saat diseduh. Ini tentunya akan menjadi faktor pengurang permintaan pasar sehingga harga akan mengikuti permintaan tersebut.

Dalam soaialisasi awal di Desa Nangbelawan ini ketua AKTK lebih terfokus dalam memberikan sedikit informasi tentang bagaimana melakukan proses pasca panen kopi untuk meningkatkan minat pasar dunia akan kopi asal Karo yaitu:

  1. Buah Kopi sebaiknya dipanen apabila sudah merah, minimal 95% merah (red cerry)
  2. Waktu panen terbaik pada pukul 09:00 wib sd pukul 15:00 wib
  3. Selesai dipetik buah kopi merah (red cerry) berwarna merah tua langsung di giling (kupas) untuk melepaskan kulit merah
  4. Setelah kulit merah terlepas langsung di lakukan fermentasi, fermentasi di bagi dua, yakni : a. Fermentasi Basah, buah kopi yg sudah di.kupas (tanduk) langsung direndam dalam air bersih minimal 16 jam dan maksimal 18 jam (jangan lebih 18 jam)
  5. Fermentasi Kering, buah kopi yang sudah di kupas tanpa rendam, langsung di masukkan.ke dalam karung yang berpori (karung jaring) dan tiriskan selama minimal 16 jam dan maksimal 18 jam.
  6. Setelah 16 jam cuci dengan air bersih, jika memungkinkan pencucian di air mengalir) air pencucian wajib bersih, bening dan tidak mengandung bau
  7. Proses pengeringan sebaiknya menggunakan wadah khusus (para-para) yang terbuat jaring dan di kasih tulang utk menahan beratna biji kopi
  8. Pengeringan biji kopi (tanduk) sebaiknya tidak langsung disinar matahari. Jadi, diangin-anginkan. Ini akan berpengaruh kepada berat biji kopi. Akan lebih berat jika pengeringannya di bawah pohon atau dibuat jaring pelindung agar tidak terlalu terik
  9. Setelah kering, kopi siap dijual

Bila harga anjlok, biji kopi yang telah mengikuti proses yang standard maka kopi biji tanduk tersebut bisa disimpan lama. Hanya saja penyimpananya tetap di atas wadah (para-para).

Jika proses standard ini sudak dilakukan dengan benar maka tidak akan ada lagi namanya harga turun karena kualitas kopi sudah layak masuk pasaran dunia dan permintaan akan kopi dari Dataran Tinggi Karo semakin meningkat.

Leave a Reply