Konferensi Internasional: Samosir Prototype Pariwisata Dunia Berbasis Ilmiah

1
148

seminar 4JANNER SIMARMATA. TUKTUK. Kabupaten Samosir dianggap sebagai tempat yang baik untuk itu dijadikan tempat konferensi Ilmiah Internasional dengan topik “International Conference on Technology, Informatics, Management, Engineering and Environment & Industrial Internet of Things (TIME-E dan ICIIOT) selama tiga hari [Senin 7/9 – Rabu 9/9] di Hotel Toledo Inn, Tuktuk Samosir.


Acara konferensi internasional ini dihadiri oleh Wakil Bupati Samosir drs. Rapidin Simbolon beserta SKPD. Beliau sekaligus dengan resmi membuka acara konferensi ini. Dalam sambutannya, Rapidin mengucapkan salam kepada peserta konferensi dalam bahasa Batak.

Horas tu hamu na sude!” serunya.
Dia juga mengatakan bahwa Samosir menjadi tujuan wisata yang inovatif.

“Kabupaten ini sangat membutuhkan sentuhan ilmiah dan sebagai pemerintah setempat tentu kami mendukung kegiatan seperti ini,” pungkas wakil bupati ini.
Adapaun Endra Joelianto PhD (Ketua Panitia Pelaksana Konferensi) mengatakan, ini adalah kali pertama organisasinya mengadakan Seminar Konferensi Internasional di Kabupaten Samosir.

“Seminar ini sangat penting karena pesertanya dihadiri dari beberapa negara. Disamping itu, kami saat ini konsen dengan dunia pariwisata,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Arjon Turnip PhD mengucapkan selamat datang ke Pulau Samosir.

“Samosir sangat layak untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan internasional seperti ini,” katanya.

Arjon menambahkan, peserta konferensi ini berasal dari Malaysia, India, China, Banglades, Thailand, Korea, Peru, Slovakia, dan Indonesia.

“Mereka adalah akademisi, lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, dan kelompok-masyarakat,” paparnya.

Konferensi internasional ini terlaksana atas kerjasama IEEE Indonesia/ RAS Joint Chapter dengan Pemkab Samosir serta didukung oleh LIPI Indonesia dan Forum Intelektual Harapan Anak Negeri Batak (IHAN BATAK). Sebagai pembicara utama dalam seminar ini adalah  Sejoon Lim, PhD dari Kookmin University dari Korea,  Prof. Young Suk Kwon dari Pusan National University, Korea dan Endra Joelianto, Phd dari ITB Bandung.

Melalui konferensi TIME-E & ICIIOT Samosir akan menjadi prototype pariwisata dunia berbasis ilmiah dan inovatif. Pada hari terakhir dari konferensi ini para peserta akan diajak jalan-jalan ke objek wisata sekalian memperkenalkan wisata yang ada di Samosir

1 COMMENT

  1. Bagus sikap orang-orang Batak ini, sangat giat mempromosikan daerah, salah satu cara modern mengangkat rakyat daerah dengan meningkatkan perkembangan ekonominya lewat turisme.
    Maju terus Samosir dan Tano Batak.

    MUG

Leave a Reply