Warga Karo Bingung, Debu Vulkanik atau Asap Riau?

0
192

 

kabut 2
Sekitar Berastagi pagi ini. Matahari terlihat kabur karena asap kebakaran hutan dari Riau atau Jambi atau Sumatra Selatan.

rikwan sinulinggaRIKWAN SINULINGGA. BERASTAGI. Sebagian warga Dataran Tinggi Karo masih sulit membedakan kabut asap yang sedang  melanda daerah ini sejak beberapa hari ini atau debu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung. Asap putih hasil kebakaran di Riau, Jambi atau Sumatera Selatyan yang melanda Dataran Tinggi Karo memang masih terlihat tipis. Apalagi setelah beberapa hari lalu turun hujan, sedikit membantu untuk membersihkan polusi udara.

Secara tak sadar, sebagian warga masih menganggap asap putih yang menghalangi pandangan ini adalah debu vulkanik yang terus menerus disemburkan oleh Gunung Sinabung. Padahal, info terakhir yang diperoleh Sora Sirulo hari ini [Senin 7/9], angin berhembus ke arah Barat sehingga debu vulkanik yang disemburkan oleh Gunung Sinabung menerpa wilayah Kecamatan Kutabuluh Simole sekitarnya.

Setelah memperhatikan dengan seksama, memang benar asap putih ini adalah asap kebakaran hutan di Riau-Sumatera Selatan. Hal ini bisa dipastikan jika menghirup udara di malam hari atau subuh akan tercium aroma asap kebakaran. Bedanya dengan debu vulkanik adalah, untuk debu vulkanik, aromanya belerang (sulfur) dan terlihat bercampur butiran debu halus.

Ketebalan asap putih ini memang belum begitu mengganggu aktivitas warga namun jarak pengelihatan terbatas. Apalagi di malam hari, jarak pandang sangat terbatas.

Sampai saat ini, belum ada laporan adanya gangguan pernafasan yang diakibatkan oleh asap ini namun warga harus tetap waspada akan peningkatan ketebalan asap karena kebakaran hutan ini.

Pantauan Sora Sirulo beberapa hari terakhir ini, Gunung Sinabung pun seakan hilang dari.pandangan yang tertutup asap kebakaran hutan Riau ini. Sampai saat ini warga Dataran Tinggi Karo masih tetap beraktivitas seperti biasa.

Foto head cover: Gunung Sinabung hampir tidak kelihatan ditutup asap kebakaran dari Riau atau Jambi atau Sumatera Selatan, bukan oleh debuk vulkanik yang disemburkannya.



Leave a Reply