Kolom M.U. Ginting: EVOLUSI DAN REVOLUSI KARO

0
119
Salmen Kembaren 6
Salmen Kembaren saat nampil bersama Sanggar Seni Sirulo di Kerja Tahun Kuta Limang.

M.U. Ginting 2Tulisan Salmen Kembaren (SK) ini adalah gambaran objektif evolusi kultur Karo atau Karo sebagai satu kultur dalam berbagai periode. Periode-periode itu ialah proses perubahan dan perkembangan kekuasaan dan kultur Karo dalam kancah pergolakan (kontradiksi) berbagai kultur/ suku/ nation dalam sejarah Sumatra sejak kejayaan kekuasaan Karo Haru (Abad 11- 15) terus ke masa kini sampai dengan dilaksanakannya Karo Festival 2015 Abad 21 di Medan, sebuah kota asli kultur Karo.

Medan didirikan oleh seorang Karo dan penghuni pertamanya adalah Suku Karo. Jadi proses itu adalah proses evolusi dan revolusi Karo dalam periode selama kira-kira 10 abad.

Akan selalu sangat menarik memang melukiskan dan menggali proses survival Karo dalam perjalanan yang begitu panjang dan banyak dramatiknya. Ini terutama karena kultur dan budaya Karo sudah sangat tua (7.400 tahun) sebuah kultur yang hanya ada perbandingannya dengan kultur-kultur tua dunia yang sangat kaya dengan sejarah kebangkitan dan keruntuhannya; seperti Maya Indian, Yunani maupun Mesir dan juga China.

Rekaman lagu Pertangisen Beru Dayang yang diciptakan dan sekaligus dinyanyikan oleh Juara R. Ginting dengan penata musik alm. Djasa Tarigan. Silahkan klik PLAY untuk mendengarnya.

 


[one_fourth]jatuh bangunnya satu nation[/one_fourth]

Bedanya yang sangat menonjol ialah Karo merupakan nation kecil, satu bangsa minoritas tetapi dengan kebesaran yang punya perbandingan dengan bangsa-bangsa tua (nation) yang jauh lebih besar secara kwantitas. Ini jugalah salah satu sebab yang membikin menarik membuat suatu analisa dan mempelajari kembali kebesaran kultur Karo yang sudah sangat tua itu. Artinya, mempelajari jatuh bangunnya satu nation kecil tetapi besar, dan dalam periode yang sangat panjang.

Kebesaran itu juga ditandai dengan tingkat pemikiran/ filsafatnya yang sudah sangat tinggi. Dialektika Karo adalah yang tertua di dunia, bertentangan dengan pendapat Barat yang mengatakan bahwa dialektika Heraklitos Yunani adalah yang tertua dan yang pertama. Tetapi dengan umur kultur/ budaya Karo sudah lebih dari 7.000 tahun sedangkan dialektika Heraklitos maupun Tao baru 500 BC, maka pernyataan dialektika Yunani Heraklitos sebagai yang pertama di dunia, sudah otomatis ternegasi.

Dialektika Karo yang menggambarkan alam dan pikiran seperti Panta Rei Karo ‘aras jadi namo, namo jadi aras’ (alam) serta dialektika pikiran thesis-antitesis-syntetis Karo ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’ sudah berumur lebih dari 5.000 tahun bersamaan dengan tingkat perkembangan kultur dan budaya Karo yang sudah tua itu, sudah lebih dari 7.000 tahun.

Ita Apulina Tarigan 2
Ita Apulina Tarigan, Pimred SORA SIRULO dan Ketua Sanggar Seni Sirulo saat sedang liputan di Lombok.

Dari analisa SK ini bisa timbul macam-macam pikiran dalam hati kita sebagai orang Karo, seperti ‘hampir saja tadi kultur Karo bisa punah’ atau ‘untunglah masih  belum punah’ dan lebih beruntung lagi karena sekarang sudah muncul kembali gerakan survival kultur Karo. Karena memang dalam proses itu jelas terlihat gejala-gejala kepunahan ‘frozen culture’ dari tempat aslinya, di daerah kebesarannya yaitu seluruh daerah kekuasaan Haru 10 abad lalu, daerah luas mulai dari Aceh Besar terus ke Sumtim dan Siak, jika dibandingkan dengan daerah kekuasaan Karo sekarang.

Ditinjau dari segi psikologi (kharakter adalah segala-galanya) memang kharakter Karo itulah juga yang bikin dia besar dan bikin dia hampir punah, dan sekarang yang bikin dia pula bangkit kembali menuju kebesaran dan keaslian kharakternya yang sangat spesifik terlihat dalam satu periode sejarah yang panjang dan penuh dramatiknya atau disebut ‘mental Karo’ dalam istilah SK.

“Karenanya pembangunan Karo harus holistik dalam arti membangun tidak hanya memajukan secara ekonomi melainkan bermental Karo. Gerakan penguatan Karo juga harus digencarkan di berbagai sendi kehidupan Karo,” tulis SK.

Karo sangat konsekwen dalam praktek dan dalam kenyataan dan sangat aktif melaksanakan Revolusi Mental yang dikumandangkan oleh Presiden RI abad 21, Jokowi.


Leave a Reply